boltara
DAERAH

Hari Lahir Pancasila 2026, Randito Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Simbol

×

Hari Lahir Pancasila 2026, Randito Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Simbol

Sebarkan artikel ini
Wakil Walikota Bitung, Randito Maringka saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di Upacara Hari Lahir Pancasila

DOTNEWS.ID | BITUNG – Semangat kebangsaan menggema di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung saat ratusan peserta mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Senin, (01/06/2026).

Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos., memimpin jalannya upacara sekaligus menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman.

Sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, TNI, Polri, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat memadati lapangan upacara.

Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ideologi bangsa yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Randito menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara atau dokumen historis, melainkan pedoman hidup yang harus hadir dalam setiap tindakan dan keputusan masyarakat Indonesia.

“Hari ini menjadi refleksi agar api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” tegas Randito di hadapan peserta upacara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” peringatan tahun ini mengingatkan seluruh elemen bangsa agar terus menjaga persatuan dalam keberagaman.

Randito menilai Pancasila telah menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, konflik sosial, dan ancaman perpecahan.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya menjaga harmoni di dalam negeri, tetapi juga aktif berkontribusi menciptakan perdamaian dunia melalui diplomasi internasional, misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta berbagai upaya penyelesaian konflik secara damai.

Dalam amanat tersebut, Randito secara khusus mengajak generasi muda mengambil peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, era digital membutuhkan generasi yang mampu mengedepankan toleransi, gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang mengancam harmonisasi kebangsaan,” ujar Randito.

Selain menyampaikan pesan kebangsaan, Randito juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Bitung atas berbagai capaian yang berhasil diraih. Keberhasilan mempertahankan tata kelola keuangan daerah hingga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Randito juga mengangkat prestasi Kota Bitung yang sukses meraih penghargaan terbaik kategori regional Sulawesi dalam pengendalian inflasi.

“Pencapaian tersebut menunjukkan kerja nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Randito mengajak seluruh peserta mendoakan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, yang baru merayakan ulang tahun ke-62.

“Harapannya Bapak Hengky Honandar terus diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Kota Bitung,” pungkasnya. (Sman)

Penulis: Usman Nopo Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *