boltara
NASIONAL

KA Joglosemarkerto Sempat Anjlok di Sleman Diduga Akibat Gempa M 5,6 Pacitan, Perjalanan Kereta Sempat Dihentikan

×

KA Joglosemarkerto Sempat Anjlok di Sleman Diduga Akibat Gempa M 5,6 Pacitan, Perjalanan Kereta Sempat Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah 86 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur.

DOTNEWS.ID | SLEMAN – Kereta Api (KA) Joglosemarkerto dilaporkan sempat mengalami anjlok di perlintasan kereta api Gowok, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026) siang. Insiden tersebut diduga dipicu guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 yang berpusat di tenggara Pacitan, Jawa Timur.

Informasi awal mengenai kejadian itu beredar melalui media sosial setelah roda KA Joglosemarkerto dilaporkan keluar dari jalur rel saat kereta melintas di kawasan Gowok, bertepatan dengan terjadinya guncangan gempa.
Berdasarkan laporan yang beredar, tidak terjadi benturan dengan kendaraan, palang pintu perlintasan, maupun bangunan di sekitar lokasi.

Masinis segera menghentikan perjalanan kereta dan melaporkan kejadian tersebut kepada pusat pengendali untuk dilakukan pemeriksaan.
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, membenarkan adanya penghentian sementara operasional kereta di wilayah Daop 6 setelah gempa terjadi.

Seluruh perjalanan kereta diberlakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) sebagai langkah pengamanan guna memastikan kondisi prasarana dan sarana tetap aman.

“Tim lapangan KAI Daop 6 langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, prasarana pendukung, serta kondisi rangkaian kereta. Setelah seluruh lintas dinyatakan aman, perjalanan kereta kembali dilanjutkan,” ujar Feni dalam keterangan tertulisnya.
Ia menegaskan, pemeriksaan pascagempa merupakan prosedur standar yang wajib dilakukan KAI untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api.

“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan mengucapkan terima kasih atas kesabaran seluruh penumpang selama proses pemeriksaan berlangsung,” katanya.

Akibat pemeriksaan tersebut, sedikitnya 15 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, di antaranya KA Matarmaja, Argo Wilis, Argo Dwipangga, Fajar Utama Yogyakarta, Kertanegara, Sancaka, Commuter Line Yogyakarta–Palur, Gajahwong, Ranggajati, Bandara YIA, Taksaka, hingga KA Joglosemarkerto, dengan waktu keterlambatan berkisar 5 hingga 26 menit.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah 86 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (27/6/2026) pukul 14.47 WIB. Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pihak KAI memastikan seluruh jalur yang terdampak telah dinyatakan aman dan operasional kereta api kembali berjalan normal setelah proses inspeksi selesai dilakukan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *