DOTNEWS.ID | BITUNG – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Kota Bitung periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat di Gedung DPRD Kota Bitung, Sabtu (18/7/2026).
Pelantikan tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) maupun Dewan Pengurus Daerah (DPD) KKIG Provinsi Sulawesi Utara karena dinilai menjadi salah satu pelantikan paling meriah dan sarat nilai budaya Gorontalo.
Sekretaris KKIG Kota Bitung, Haji Harsono, dalam laporan panitia menjelaskan bahwa pelantikan merupakan puncak dari rangkaian proses organisasi yang telah dipersiapkan sejak Musyawarah Cabang (Muscab) IV yang digelar di Ruang SH Sarundajang Bitung pada 12 Februari 2025.
Muscab tersebut dihadiri langsung Ketua DPD KKIG Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., beserta jajaran.
Selanjutnya, KKIG Kota Bitung juga menerima kunjungan dan konsolidasi organisasi yang dipimpin Sekretaris Jenderal DPP KKIG, Ir. Efendi Payuyu, S.Hut., M.Si., bersama Wakil Ketua DPD KKIG Sulut Drs. Muardi Rahmola dan Wakil Sekretaris DPD KKIG Sulut Drs. H. Sofyan Lapasau, M.Si., dalam rangka Deklarasi Rukun BITEYA pada 24 April 2026.
“Atas arahan Ketua DPC KKIG Kota Bitung, H. Abdul Rahmat Dunggio, SH, kami juga telah beberapa kali melaksanakan rapat dan pertemuan untuk mematangkan seluruh persiapan sehingga pelantikan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Harsono.
Ketua DPD KKIG Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pelantikan yang menurutnya berbeda dengan pelantikan KKIG di daerah lain.
“Ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Gorontalo dalam menjaga adat istiadat tanah leluhur sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah tempat kita tinggal,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh prosesi adat yang ditampilkan berlandaskan nilai-nilai agama dan syariat Islam yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Gorontalo.
Menurut Ulyas, penggunaan bendera pataka organisasi dan Bendera Merah Putih dalam prosesi pelantikan menjadi simbol kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian adat tidak bertentangan dengan semangat kebangsaan.
“Suku Gorontalo harus tetap menjaga jati dirinya, namun tidak boleh melupakan atau mengabaikan suku-suku lain seperti Minahasa, Jawa, Buton, Makassar, dan suku lainnya. Prosesi adat ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan kegiatan yang sakral,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bitung yang hadir dan memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya Gorontalo.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP KKIG, Ir. Efendi Payuyu, S.Hut., M.Si., mengungkapkan bahwa KKIG telah berkembang hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua hingga luar negeri.
Meski demikian, menurutnya, pelantikan DPC KKIG Kota Bitung menjadi salah satu yang paling berkesan.
“Selama saya menghadiri pelantikan KKIG di berbagai daerah di Indonesia, baru di Kota Bitung saya menyaksikan pelantikan yang semeriah ini. Saya sangat tersanjung. Seluruh prosesi menggunakan bahasa Gorontalo dan dipersiapkan dengan sangat baik. Ini layak menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
Ia pun mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPC KKIG Kota Bitung yang baru dilantik dan berharap kepengurusan baru mampu memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya Gorontalo, serta terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Bitung.
Pelantikan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP KKIG beserta jajaran pengurus pusat, Ketua DPC KKIG Kota Bitung H. Abdul Rahmat Dunggio, SH, seluruh pengurus yang dilantik, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para sesepuh Gorontalo, serta keluarga besar Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo Kota Bitung. (Sman)














