HUKRIM

Dua Sabetan Parang Dileher, Nodai Pesta Nikah di Desa Teep Warisa Jadi Berdarah

Manado, dotNews.id – Diduga akibat kelebihan mengkomsumsi air kata-kata (miras, red), dua kelompok pemuda, ricuh hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Kejadiannya terjadi pada Jumat dini hari (6/5/2022), sekira Pukul 03.30 Wita, di sebuah acara pesta pernikahan warga setempat di Desa Teep Warisa, Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Berdasarkan informasi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan Daniel M (24), warga Mapanget meninggal dunia akibat pendarahan dua sabetan parang di leher. Pelakunya berinisial ST (21) sudah diamankan oleh Tim Opsnal Polsek Dimembe saat berada di sekitar GPI Manado, Sabtu (7/5/2022).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, aksi penganiayaan ini terjadi di sebuah tempat acara pesta pernikahan di salah satu rumah warga di Desa Teep Warisa, dimana sebelumnya baik korban maupun pelaku sama-sama sudah mengkonsumsi minuman beralkohol. “Menurut keterangan beberapa saksi, sebelum insiden tersebut terjadi, korban sempat memukul 2 teman pelaku dengan helm. Kedua pihak pun terlibat perkelahian, hingga salah satu teman pelaku kembali ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis parang,” kata Abraham.

Melihat hal tersebut, pelaku yang berusaha melerai perkelahian justru menjadi kesal karena pukulan korban mengenainya. Pelaku pun langsung mengambil parang dari tangan rekannya, kemudian menyabet leher korban sebanyak 2 kali. “Akibat sabetan parang oleh pelaku, korban pun langsung terjatuh dan banyak mengeluarkan darah. Sementara itu pelaku langsung meninggalkan TKP,” jelasnya.

Pelaku berhasil ditangkap beberapa saat setelah kejadian, selanjutnya diserahkan ke Unit Resmob Polres Minut untuk diproses sesuai hukum yang belaku,” tutup Abraham.

(san)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button