NASIONAL

Jokowi Umumkan Perombakan Tukin dan Kenaikan Gaji PNS, Kenaikan Pangkat Ikut Disebut

Jakarta, dotNews.id – Tanggal 16 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi), akan mengumumkan perombakan tukin hingga kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2024.

Selain tunjangan kinerja (tukin) PNS, dirombak dan gaji naik, kenaikan pangkat juga dimudahkan menjadi enam kali setahun.

Rencana pengumuman dari Presiden Jokowi tersebut telah diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu.

Ternyata, bukan tukin dan gaji saja yang naik pada tahun 2024. PNS juga akan diberikan kemudahan untuk kenaikan jabatan.

Kemudahan naik pangkat ini sebagaimana diterangkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Abdullah Azwar Anas, pada Senin (12/6/2023).

Menurut Anas, kenaikan pangkat PNS akan diselenggarakan sebanyak enam kali dalam setahun. Kebijakan baru ini dilakukan atas saran dari Presiden Jokowi.

“Atas saran Bapak Presiden, kami proses bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sekarang setahun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mulai tahun ini, menyelenggarakan kenaikan pangkat setahun enam kali,” ujar Anas, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Lanjutnya, kebijakan tersebut diharapkan akan memudahkan PNS naik pangkat. Sebagai perbandingan, sebelumnya kenaikan pangkat ASN diselenggarakan dua kali dalam setahun.

Dengan demikian, jika ASN tak bisa mengurus kenaikan pangkat pada tahun ini, maka kesempatan mengurus menjadi tahun berikutnya.

Anas menyebutkan, bertambahnya kesempatan untuk naik jabatan ini merupakan bagian dari realisasi reformasi birokrasi.

Sebab, menurut arahan Presiden Jokowi, birokrasi harus lincah, cepat, dan tak berbelit-belit.

“Beliau berharap ada kebijakan yang berdampak, dan ini sudah tiga bulan lalu kami putuskan,” katanya.

“Begitu juga proses bisnis layanan kepegawaian. Selama ini teman-teman PNS merasa ribet mengurus pensiun repot, ngurus kenaikan pangkat repot,” sambungnya.

Dan ini sudah kita pangkas. Layanan kenaikan pangkat dari 14 tahap kita pangkas jadi dua tahap.

“Tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden. Ini dikerjakan oleh teman-teman BKN,” imbuhnya.(**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button