DAERAH

Kajian Potensi dan Perwilayahan Komuditas Pertanian Angkat Peningkatan Ekonomi Bolmut

DOTNEWS.ID Bolmut – Kegiatan FGD, diharapkan mampu mencapai sasaran yang diharapkan dalam rangka menentukan potensi dan perwilayahan komuditas di Kabupaten Bolmong Utara (Bolmut).

Hal ini lah yang disampaikan Sekretaris Daerah, dr Jusnan C Mokoginta MARS, di kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dalam rangka seminar laporan antara kajian potensi dan perwilayahan komuditas pertanian di Kabupaten Bolmut yang diprakasai Bapelitbangda bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (16/5/2024).

Menurut Jusnan, berdasarkan perencanaan jangka menengah nasional, menghendaki terjadinya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata dan berkelanjutan.

Didalam agenda tersebut lanjut Jusnan, dinyatakan bahwa sektor pertanian memiliki potensi yang begitu besar sebagai lending sektor yang menjadi penggerak utama ekonomi negara.

Dikatakannya, sebagai syarat keberhasilan pembangunan pertanian diantaranya adalah dengan menyelesaikan berbagai permasalahan Solve The Problems yang ada diantaranya produktifitas efisiensi usaha, konversi lahan pertanian keterbatasan sarana dan prasarana serta terbatasnya modal dan infrastruktur lahan pertanian.

“Kendala lain yang dihadapi adalah lahan pertanian yang diusahakan oleh rumah tangga petani semakin menyempit karena adanya fragmentasi lahan dan alih fungsi lahan ke non pertanian, sehingga pembangunan pertanian terpadu merupakan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” tutur Jusnan.

Atas dasar itu, Jusnan berharap kegiatan FGD pada hari ini dapat menghasilkan ide dan gagasan yang tepat untuk keberlanjutan peningkatan bidang pertanian di Kabupaten Bolmut.

“Saya berharap masukan-masukan dari perangkat daerah terkait serta seluruh peserta forum yang hadir pada kesempatan ini dapat menjadi catatan dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam proses pelaksanaan kajian potensi dan perwilayahan komuditas pertanian di Kabupaten Bolmut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapelitbangda Bolmut Budiyono, dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan FGD ini guna menyampaikan laporan hasil pengelolaan data dari tim ahli ITB Bogor berdasarkan pengumpulan data dan informasi lapangan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 5 sampai dengan 9 Maret 2024 dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan, melakukan wawancara terstruktur, wawancara mendalam dengan petani dan studi pengembangan serta menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, pertanian merupakan sektor paling domain dalam PDRB Kabupaten Bolmut, yakni ada sebesar 44,77 persen pada tahun 2023. Namun pada kenyataannya produktivitas tanam petani per satuan luas lahan masih rendah sehingga rata-rata pendapatan petani ikut menjadi rendah.

“Atas pertimbangan tersebut maka kajian tehadap lahan potensi pertanian tanaman pangan dan holtikultura di Kabupaten Bolmut sangat penting untuk mencari komoditas unggulan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan para petani dan kesejahteraan masyarakat,” terang Budy.(**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button