NASIONAL

Kejar Harun Masiku, Handphone dan Tas Hasto Kristiyanto Disita KPK

39
×

Kejar Harun Masiku, Handphone dan Tas Hasto Kristiyanto Disita KPK

Sebarkan artikel ini
Hasto Kristiyanto.

DOTNEWS.ID Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit handphone dan tas milik Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

Kepada wartawan Hasto mengatakan penyitaan tersebut dilakukan selama proses pemeriksaan.

“Iya tas dan handphone atas nama saya disita,” ujar Hasto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dilansir tempo.co Senin (10/6/2024).

Lebih lanjut Hasto mengatakan penyidik mengambil handphone dan tas miliknya itu dari asistennya, Kusnadi. Iya pun merasa keberatan atas tindakan penyidik KPK. Sebab, segala sesuatunya harus didasarkan sesuai hukum acara pidana.

Tak sampai disitu, Hasto juga menyesalkan sikap penyidik KPK yang melarang dirinya untuk didampingi kuasa hukum. Hari ini, Hasto didampingi kuasa hukum memenuhi panggilan dari penyidik KPK untuk mengkonfirmasi soal keberadaan Harun Masiku.

“Ini sudah suatu bentuk tindakan pro justisia sehingga hak untuk didampingi penasihat hukum harusnya dipenuhi oleh mereka yang menegakkan hukum,” ujarnya

Sebagaimana diketahui politisi PDIP itu menjadi saksi keempat yang akan diperiksa KPK setelah kasus ini kembali dibuka. Sebelumnya, KPK telah memeriksa Simeon Petrus, seorang pengacara, dan dua mahasiswa bernama Hugo Ganda dan Melita De Grave.

Ketiganya disebut merupakan kerabat Harun Masiku. Mereka diperiksa terkait dugaan terlibat menyembunyikan keberadaan Harun. Namun, KPK belum menjelaskan lebih lanjut soal temuan penyidik KPK dalam pemeriksaan tersebut.

“Berdasarkan Informasi yang didalami lebih jauh hampir semuanya sama, terkait informasi yang KPK terima mengenai keberadaan Harun Masiku yang diduga ada pihak yang mengamankan,” ungkap Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Dilansir dari Tempo, Harun Masiku merupakan tersangka kasus penyuapan terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2017-2022, Wahyu Setiawan. Adapun tujuan penyuapan itu diduga agar Harun Masiku menjadi Anggota DPR dari Fraksi PDIP untuk menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal pada Maret 2019.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak tak menjawab alasan KPK belakangan gencar memeriksa saksi untuk mencari keberadaan Harun Masiku. Dia juga tak menjawab soal berapa banyak saksi yang telah diperiksa dalam perkara ini.(tempo.co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *