DAERAH

Nelayan Bolmut Terpaksa Gantung Dayung

Bolmut,dotNews.id – Tingginya curah hujan yang disertai angin kencang, mengakibatkan gelombang pantai kerap naik hingga 2 meter. Akibatnya, para nelayan tak bisa melaut dan harus kembali gantung dayung untuk beberapa bulan kedepan. “Pengalaman tahun sebelumnya, musim hujan di Bulan November akan berlanjut hingga Bulan Februari atau Maret,” ujar Sumarlin Lauma, salah seorang nelayan pantai Bunor Boroko, Minggu (15/1).

Dia menambahkan, kondisi ini cukup rawan untuk membuat harga ikan ikut-ikutan naik di pasar local. Sebelumnya tandas Sumarlin, harga ikan tidak terpengaruh naik karena pasokan dari para nelayan local yang masih lancar dalam jumlah besar. Namun saat ini para nelayan tak ada yang berani melaut, karena ombak kerap naik hingga 2 meter. “Bahkan sebagian dari kami mulai pada banting setir menjadi buruh bangunan, sementara sebagian lainnya memilih bekerja pada kebun-kebun milik masyarakat,” urainya.

Semetara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmut, tak henti-hentinya mengingatkan kepada para nelayan setempat, agar tetap waspada dengan cuaca alam yang ekstrim saat ini.

Pasalnya, memasuki musim penghujan di awal tahun 2023, cuaca akhir-akhir ini mulai kurang bersahabat. Sehingga para nelayan harus mempertimbangkan dengan matang jika ingin turun melaut. “Kami (Pemkab Bolmut, red) wajib untuk selalu mengingatkan akan bahaya yang sewaktu-waktu bisa menimpa masyarakat nelayan. Sebab akhir-akhir ini cuaca alam semakin tidak menentu,” ungkap Kepala BPBD Bolmut, Sofyanto Pinongowa, Minggu (15/1).

Menurutnya, beberapa bulan ke depan ini diprediksi cuaca alam semakin tidak menentu, sehingga hujan deras disertai angin kencang, serta gelombang pasang akan datang kapan saja.

Dengan begitu tandas Ponongowa, akan menghantam apa saja yang berada di lautan. Begitu juga kepada warga yang tinggal di pesisir pantai, bantaran sungai serta masyarakat yang tinggal di kaki gunung harus tetap waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Kami saat ini terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan bencana, agar sebelum terjadi sudah bisa diantisipasi terlebih dahulu,” pungkasnya.(fais)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button