boltara
DAERAH

Wawali Kota Gorontalo Sidak Lokasi Dapur Umum di Kelurahan Limba U 1, Libuo dan Biawu

×

Wawali Kota Gorontalo Sidak Lokasi Dapur Umum di Kelurahan Limba U 1, Libuo dan Biawu

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tiga lokasi dapur makan bergizi gratis.

DOTNEWS.ID | GORONTALO – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tiga lokasi dapur makan bergizi gratis (MBG) yang ada di Kelurahan Limba U 1, Libuo, dan Biawu, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 05.58 wita.

Sidak tersebut dilakukan bersama Sekda Ismail Madjid, yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG, guna memastikan standar operasional, gizi masyarakat terpenuhi, serta sistem pengawasan di lapangan berjalan sesuai ketentuan.

Wawali Indra menegaskan pentingnya pengawasan sejak tahap awal untuk mencegah potensi masalah di kemudian hari yang dapat berdampak pada kredibilitas pemerintah daerah.

“Saya mendampingi Ketua Satgas agar pengawasannya benar dan tidak ada masalah. Karena kalau terjadi sesuatu, yang dituju pasti Pak Wali Kota dan saya,” tegas Wawali Indra saat memberikan keterangan.

Dari hasil peninjauan di tiga lokasi, ditemukan kondisi yang bervariasi.

Beberapa dapur diketahui baru beroperasi sekitar dua minggu, sementara lainnya telah berjalan hingga tiga bulan.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah adanya aroma tidak sedap pada instalasi pembuangan limbah (IPAL) di salah satu lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Wawali Indra menyerahkan penilaian teknis sepenuhnya kepada tim Satgas.

Ia menekankan bahwa setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Wawali Indra juga mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada sepuluh dapur MBG di Kota Gorontalo yang ditutup karena tidak memenuhi standar kelayakan.

“Begitu tim Satgas turun dan ada laporan dari Dinas Kesehatan terkait ketidaklayakan, atau dari Dinas PUPR terkait bangunan, langsung diproses. Laporan diteruskan ke BPN pusat untuk diputuskan apakah disuspensi atau tidak,” jelasnya.

Selain aspek teknis, Wawali Indra turut menyoroti masih rendahnya jumlah penerima manfaat program MBG di Kota Gorontalo.

Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian agar program dapat terserap lebih optimal.

Terkait ketersediaan bahan baku, ia memastikan kondisi saat ini masih aman dan belum memberikan tekanan terhadap inflasi daerah.

“Saat ini bahan masih mencukupi karena penerima manfaat belum banyak. Fokus kita sekarang memastikan proses awal berjalan sesuai juknis, bangunan higienis, dan operasional lancar. Soal inflasi itu tahap berikutnya,” pungkasnya.(ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *