boltara
DAERAH

Demosi Pejabat Perumda Pasar Bitung, Audit Ungkap Kebocoran Rp1,2 Miliar

×

Demosi Pejabat Perumda Pasar Bitung, Audit Ungkap Kebocoran Rp1,2 Miliar

Sebarkan artikel ini
Demosi Pejabat Perumda Pasar Bitung, Audit Ungkap Kebocoran Rp1,2 Miliar
Kantor Perumda Pasar Kota Bitung

DOTNEWS.ID | BITUNG — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Umum dan Keuangan Perumda Pasar Kota Bitung, Ronny Boham, akhirnya angkat bicara soal kebijakan demosi terhadap sejumlah Kepala Bidang (Kabid).

Ronny Boham menegaskan, manajemen mengambil langkah itu sebagai tindak lanjut temuan audit yang mengindikasikan dugaan penyalahgunaan keuangan. Audit Inspektorat periode Januari hingga Juni 2025 mengungkap kebocoran anggaran sekitar Rp1,2 miliar.

“Manajemen menjalankan demosi sebagai bagian pembenahan internal. Kami menindaklanjuti temuan audit yang menunjukkan potensi kerugian keuangan perusahaan,” kata Ronny Boham, Selasa (5/5/2026).

Ia menyebut, manajemen menjadikan hasil audit sebagai dasar evaluasi kinerja pejabat, khususnya pihak yang terindikasi terlibat atau lalai dalam pengelolaan keuangan. Manajemen juga terus mendorong transparansi dan akuntabilitas di tubuh Perumda Pasar.

Ronny Boham menjelaskan, manajemen telah menerbitkan surat penugasan baru di bagian operasional. Namun, pejabat terkait belum menjalankan tugas baru karena mengajukan cuti sebelum menerima surat tersebut.

Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Pasar, Vanny Kaunang, menyoroti jabatan Kepala Bidang Pengembangan Produk dan Investasi. Ia mengungkapkan, pejabat pada posisi tersebut telah menerima dua kali teguran tertulis sebelum manajemen menjatuhkan langkah lanjutan.

“Kami menjalankan tahapan pembinaan. Kami memberikan dua kali teguran sebelum mengambil keputusan lebih tegas,” ujar Vanny Kaunang.

Manajemen Perumda Pasar tidak berhenti pada sanksi administratif. Kaunang menegaskan, manajemen kini mengkaji langkah hukum untuk memberi efek jera sekaligus memastikan pertanggungjawaban atas kerugian yang muncul.

“Kami akan menempuh jalur hukum jika menemukan unsur pelanggaran yang kuat. Kami ingin memastikan setiap potensi kerugian perusahaan kami tangani secara serius,” tegasnya.

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa manajemen tidak mentoleransi praktik penyalahgunaan keuangan. Perumda Pasar Kota Bitung kini memasuki fase evaluasi dan reformasi internal.

“Kami tidak akan mentolerir bagi oknum – oknum yang melakukan praktik kotor di dalam perusahaan,” pungkasnya. (Sman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *