DOTNEWS.ID | BITUNG – Sebanyak 632 prajurit TNI Angkatan Darat resmi menyandang baret Infanteri setelah mengikuti upacara penutupan Latihan Yudha Wastu Pramuka yang digelar di Pantai Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Jumat (6/3/2025).
Upacara militer tersebut merupakan rangkaian akhir dari Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) Abituren Dikmaba Gelombang II Tahun Anggaran 2025 serta Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) Abituren Dikmata Gelombang III Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Resimen Induk Daerah Militer XIII/Merdeka, Kolonel Inf Wempi Ramandei, dan disaksikan sekitar 3.000 tamu undangan serta masyarakat yang hadir menyaksikan prosesi tradisi militer tersebut.
Dalam pelaksanaan upacara, Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat W, S.I.P., M.H.I., M.Sc bertindak sebagai komandan upacara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan pasukan, laporan komandan upacara kepada inspektur upacara, pemeriksaan pasukan, hingga pembacaan keputusan penutupan pendidikan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penanggalan tanda prajurit siswa, pelantikan, serta pembacaan Ikrar Infanteri, yang menandai bahwa para peserta telah resmi menyelesaikan pendidikan dan berhak mengenakan baret Infanteri TNI Angkatan Darat.
Dalam amanat Kepala Pusat Kesenjataan Infanteri TNI AD yang dibacakan oleh Danrindam XIII/Merdeka, ditegaskan bahwa Latihan Yudha Wastu Pramuka merupakan tahap penting dalam pembentukan prajurit infanteri yang tangguh.
“Latihan Yudha Wastu Pramuka merupakan tahapan penting dalam pembentukan prajurit infanteri yang profesional, tangguh, dan memiliki militansi tinggi,” ujar Danrindam saat membacakan amanat.
Menurutnya, latihan tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan fisik, mental, serta ketahanan para prajurit agar siap menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas di medan operasi yang sesungguhnya.
Ia juga menegaskan bahwa tradisi pembaretan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki makna kehormatan yang mendalam bagi setiap prajurit infanteri.
“Tradisi pembaretan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol kehormatan dan kebanggaan sebagai prajurit infanteri. Baret yang dikenakan mengandung tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan satuan, disiplin, loyalitas, serta pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Para prajurit yang baru dilantik juga diingatkan agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai dasar keprajuritan dalam menjalankan tugas.
“Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara,” pesannya.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Danrindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Richard Harison, Kabag Dik Kolonel Inf Jusriadi, Kabaglat Kolonel Inf Andis Siswanto, Dandodikjur Letkol Inf Jendris Yulmas Vinas, serta sejumlah pejabat Rindam XIII/Merdeka lainnya.
Selain itu hadir pula perwakilan Polres Bitung Kompol Karel Tangay, perwakilan Kodim 1310/Bitung Kapten Inf Markus Tilaar, Camat Matuari Fonda Femmy Orah, serta Lurah Tanjung Merah Bartje Ticoalu.
Upacara yang dimulai pada pukul 08.40 WITA tersebut berakhir sekitar 10.05 WITA, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta pemasangan baret kepada para prajurit.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan aman, sekaligus menandai lahirnya ratusan prajurit infanteri baru yang siap mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. (Sman)















