DOTNEWS.ID | BITUNG — Satuan Reserse Narkoba Polres Bitung terus membongkar peredaran obat keras di wilayah Kota Bitung. Kasat Narkoba, Dr. Jefri Duabay, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelaku menjual obat tersebut dengan harga sangat murah.
“Pelaku menjual satu butir seharga Rp10 ribu. Kalau kondisi sulit, mereka naikkan menjadi Rp15 ribu per butir,” ujar Jefri Duabay saat menerima wartawan di ruang kerjanya, Rabu (06/05/2026).
Ia menilai harga murah mendorong remaja untuk membeli obat keras dengan mudah. Ia juga menemukan pembeli memesan dalam jumlah besar melalui jalur online.
“Kalau mereka punya uang, mereka bisa beli ratusan butir sekaligus. Rata-rata barang masuk dari Jawa,” jelasnya.
Ia mengungkap para pelaku menjalankan pola distribusi terputus untuk menghindari pelacakan. Setiap kelompok bergerak sendiri tanpa saling mengenal.
“Mereka tidak saling terhubung. Pola ini menyulitkan pengembangan jaringan,” katanya.
Meski pelaku terus mengubah pola, polisi tetap bergerak tegas. Anggota langsung memproses setiap temuan di lapangan tanpa kompromi.
“Kami tidak pernah beri ruang. Setiap pelanggaran langsung kami tindak sesuai hukum,” tegasnya.
Ia menegaskan, penjualan satu butir sekalipun tetap masuk kategori peredaran ilegal.
“Walaupun satu butir, kalau dijual tetap masuk peredaran,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga menyoroti penyalahgunaan Lem Ehabon di kalangan anak muda.
Jefri meminta masyarakat segera menghentikan kebiasaan tersebut karena membahayakan kesehatan.
“Kami minta masyarakat, terutama anak muda, berhenti menggunakan lem. Itu merusak tubuh,” katanya.
Ia juga mengingatkan pemilik warung dan toko agar tidak menjual Lem Ehabon kepada anak di bawah umur.
“Jangan jual kepada anak-anak. Kita harus putus rantai sejak awal,” tegasnya.
Jefri mengajak orang tua, pemerintah, dan media untuk ikut menjaga generasi muda dari bahaya obat keras.
“Generasi muda merupakan aset masa depan. Semua pihak harus ambil peran. Kami mendorong pemerintah memperbanyak kegiatan positif seperti olahraga dan pelatihan kerja,” pungkasnya. (Sman)















