boltara
DAERAH

Randito Maringka Soroti Darurat Sampah Nasional, Indonesia Hasilkan 51 Juta Ton Sampah per Tahun

×

Randito Maringka Soroti Darurat Sampah Nasional, Indonesia Hasilkan 51 Juta Ton Sampah per Tahun

Sebarkan artikel ini
Wakil Walikota, Randito Maringka Pimpin Apal Korpri dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia

DOTNEWS.ID | BITUNG – Persoalan sampah dan perubahan iklim menjadi perhatian utama dalam Upacara Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Act Now For Climate: Saatnya Bekerja Untuk Iklim” tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos., didampingi para Asisten Setda, jajaran Kepala OPD, serta dihadiri unsur Forkopimda.

Dalam kesempatan itu, Randito Maringka membacakan amanat Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk membangun kesadaran dan mendorong aksi nyata menghadapi ancaman krisis lingkungan global.

Menurutnya, dunia saat ini tengah menghadapi “triple planetary crisis” atau tiga krisis besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

“Dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga persoalan ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat dunia,” ujar Randito saat membacakan amanat Menteri Lingkungan Hidup.

Ia menjelaskan, Indonesia terus menunjukkan komitmen terhadap Paris Agreement melalui target penurunan emisi dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 serta strategi pembangunan rendah karbon menuju Indonesia yang tangguh terhadap perubahan iklim pada tahun 2050.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia juga termasuk negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Lebih dari 60 persen penduduk tinggal di wilayah pesisir yang menghadapi risiko kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan.

Selain isu perubahan iklim, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah.

Dalam amanat tersebut disebutkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah setiap tahun. Namun sebagian besar sampah tersebut masih belum terkelola secara optimal.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, meningkatkan emisi gas metana, serta mengancam kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.

“Persoalan sampah tidak bisa lagi dianggap sepele. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola pengelolaan sampah agar lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tegasnya.

Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Bitung untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan SK Kenaikan Pangkat kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain itu, penghargaan diberikan kepada para pemenang Lomba Video Artificial Intelligence (AI) sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi ASN dalam memanfaatkan teknologi digital.

Randito menegaskan bahwa perubahan besar dalam menjaga lingkungan harus dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, pengurangan emisi karbon, hingga pelestarian sumber daya alam.

“Dengan semangat Saatnya Bekerja Untuk Iklim, Pemerintah Kota Bitung mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menunda aksi penyelamatan lingkungan demi masa depan generasi yang akan datang,” pungkasnya. (Sman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *