PENDIDIKAN

Tongkat Estafet MKKS SMK Sulut Berganti, Budi Katemung: Sekolah Kepulauan Jangan Terlewat

×

Tongkat Estafet MKKS SMK Sulut Berganti, Budi Katemung: Sekolah Kepulauan Jangan Terlewat

Sebarkan artikel ini
Kepsek Budi Katemung (kiri) bersama Novrie Sumampow saat di SLA Tompaso, di sela-sela kegiatan Pemilihan Ketua MKKS SMK Sulut.

DOTNEWS.ID | MANADO – Pergantian kepemimpinan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Sulawesi Utara (Sulut) menjadi momentum baru bagi penguatan pendidikan vokasi, termasuk memastikan sekolah-sekolah di wilayah kepulauan tetap mendapat perhatian.

Harapan itu disuarakan Kepala SMK Negeri 1 Siau Barat Selatan (Sibarsel), Budi Katemung, S.Pd., M.Si., setelah Hernie Onibala, S.Pi., M.Si. terpilih sebagai Ketua MKKS SMK Sulut periode 2026–2029.

Hernie Onibala yang juga Kepala SMK Negeri Pertanian Pembangunan (PP) Kalasey terpilih dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Sulut yang digelar di SLA Tompaso, Kabupaten Minahasa, Selasa (15/9/2026).

Ia menggantikan Drs. Novrie Sumampouw, yang memimpin MKKS SMK Sulut periode 2023–2026.

Bagi Budi, pergantian ketua bukan sekadar perubahan struktur organisasi. Ia berharap kepengurusan baru mampu mempertahankan komunikasi yang selama ini terbangun sekaligus memperkuat perhatian terhadap sekolah-sekolah di kawasan kepulauan.

Kepada media ini melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (19/9/2026), Budi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Novrie Sumampouw atas kepemimpinannya selama tiga tahun terakhir.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Novrie sebagai Ketua sebelumnya, karena selama ini selalu merangkul kami yang dari kepulauan,” ujar Budi.

Menurutnya, perhatian tersebut terasa melalui komunikasi yang terbuka, terutama ketika kepala sekolah di daerah menghadapi persoalan maupun membutuhkan ruang untuk bertukar informasi mengenai program pendidikan vokasi.

“Pak Novrie selalu membantu dan mau menjalin komunikasi yang baik dan efektif, baik ketika ada kesulitan maupun sharing mengenai program, khususnya di bidang SMK,” katanya.

Nusa Utara Tak Boleh Terlewat

Budi menilai salah satu hal yang membekas dari kepemimpinan Novrie adalah kesediaannya turun langsung ke wilayah kepulauan.

Ia menyebut Novrie beberapa kali meluangkan waktu untuk mengunjungi tiga daerah di kawasan Nusa Utara, yakni Sitaro, Sangihe dan Talaud.

“Pak Novrie sebagai Ketua MKKS SMK Sulut sering meluangkan waktu untuk turun langsung di tiga kabupaten paling utara, yaitu Sitaro, Talaud dan Sangihe,” ungkapnya.

Bagi Budi, kehadiran langsung pimpinan organisasi di daerah menjadi bentuk perhatian yang penting bagi kepala sekolah yang bekerja jauh dari pusat pemerintahan provinsi.

“Itu bagi kami adalah pemimpin yang luar biasa,” tegasnya.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan MKKS SMK Sulut berada di tangan Hernie Onibala.

Budi menyampaikan ucapan selamat kepada Hernie sekaligus berharap kepengurusan baru mampu membawa pendidikan vokasi Sulut semakin maju dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

“Saya sebagai Kepala Sekolah SMK merasa optimistis Ibu Hernie Onibala sebagai Ketua yang baru bisa membawa SMK semakin maju dalam menyiapkan peserta didik agar siap bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,” ujarnya.

Namun, Budi juga menekankan pentingnya kesinambungan komunikasi antara pengurus MKKS dan sekolah-sekolah di daerah.

“Kami juga optimistis Ketua dapat membantu dan mau menjalin komunikasi yang baik dan efektif, baik dalam setiap kesulitan maupun sharing mengenai program-program, khususnya program di bidang SMK,” tuturnya.

Titip Aspirasi Sekolah di Sitaro, Sangihe dan Talaud

Sebagai kepala sekolah yang berada di wilayah kepulauan, Budi berharap kepengurusan MKKS SMK Sulut periode 2026–2029 tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu menjadi jembatan bagi sekolah-sekolah di daerah untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan pendidikan.

Ia secara khusus menitipkan perhatian terhadap SMK di kawasan Nusa Utara.

Menurutnya, Sitaro, Sangihe dan Talaud memiliki tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan karena karakteristik wilayah kepulauan.

“Kami berharap pemimpin yang baru dapat meng-cover kebutuhan-kebutuhan SMK yang ada di Nusa Utara, baik Sitaro, Sangihe maupun Talaud, dalam satu semangat, satu komando untuk SMK di Sulut yang semakin hebat dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Budi.

Ia juga menilai komposisi pengurus baru memiliki potensi memperkuat konektivitas antardaerah karena terdapat keterwakilan wilayah dalam jajaran kepengurusan.

“Apalagi ketua dan bendahara berdomisili di Kota Manado dan sekretaris representasi dari daerah Bolmong Raya,” tambahnya.

Budi pun menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus MKKS SMK Sulut yang baru terpilih.

“Selamat buat Ketua MKKS Sulut yang baru terpilih, Ibu Hernie Onibala, Sekretaris Haji Hardi Mokoginta, M.Pd., Bendahara Ibu Telly Ticoalu, M.Pd., dan pengurus lainnya,” pungkasnya.

Hernie Kantongi 68 Suara

Hernie Onibala terpilih setelah memperoleh 68 suara dari 125 kepala SMK yang hadir dalam pemilihan Ketua MKKS SMK Sulut.

Dalam pemilihan tersebut, Hardi Mokoginta memperoleh 13 suara, Telly Ticoalu 12 suara, Harold Tambayong 10 suara, Altje Salele 8 suara, Jeivi Maliangkay 8 suara, dan Julius Pandoirot 6 suara.

Dengan hasil tersebut, Hernie Onibala resmi memimpin MKKS SMK Sulut periode 2026–2029, menggantikan Novrie Sumampouw.

Pergantian kepemimpinan ini sekaligus membuka babak baru bagi MKKS SMK Sulut. Tantangannya bukan hanya menjaga soliditas antarkepala sekolah, tetapi juga memastikan suara sekolah-sekolah di wilayah kepulauan tetap menjadi bagian penting dalam arah pengembangan pendidikan vokasi Sulawesi Utara.(fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *