DOTNEWS.ID | MANADO – Program revitalisasi satuan pendidikan di Sulawesi Utara terus bergulir. Hingga September 2026, sebanyak 770 satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB tercatat menerima program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program tersebut menyasar satuan pendidikan negeri maupun swasta di berbagai wilayah Sulawesi Utara, dengan fokus pada pembenahan sarana dan prasarana pendidikan yang diharapkan berdampak langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) UPT Kemendikdasmen Provinsi Sulut, Febry Dien, S.T., Mnf.Tech., mengungkapkan, berdasarkan pemantauan BPMP hingga 17 September 2026, sebanyak 740 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA telah masuk dalam daftar penerima program revitalisasi.
Angka tersebut mencakup sekolah negeri maupun swasta, namun belum memasukkan penerima dari jenjang SMK dan SLB.
“Data tersebut kami sampaikan setelah melakukan pemantauan langsung di lapangan,” ujar Febry Dien kepada awak media di Manado, Kamis (17/9/2026).
Sementara itu, data dari Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulawesi Utara mencatat tambahan 30 satuan pendidikan, terdiri dari 15 SMK dan 15 SLB, yang juga telah tercatat sebagai penerima program revitalisasi.
Dengan demikian, jika data BPMP dan Dikda Sulut digabungkan, jumlah satuan pendidikan penerima program revitalisasi di Sulut mencapai 770 satuan pendidikan.
573 Sekolah Sudah Mulai Dikerjakan
Program revitalisasi tersebut tidak berhenti pada penetapan penerima. Dari 740 satuan pendidikan yang berada dalam pemantauan BPMP, sebanyak 573 sekolah telah memulai pelaksanaan pekerjaan revitalisasi.
Bahkan, progres pekerjaan di sejumlah sekolah telah menunjukkan perkembangan signifikan.
BPMP mencatat sedikitnya 44 sekolah telah mencapai progres pekerjaan di atas 70 persen.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pekerjaan di lapangan,” tegas Febry.
Menurutnya, pemantauan menjadi bagian penting agar pelaksanaan revitalisasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan perubahan terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan.
Di sisi lain, masih terdapat 167 sekolah yang sedang dalam proses penandatanganan kerja sama (PKS) dan diharapkan segera menyusul masuk ke tahap pelaksanaan.
Data tersebut menunjukkan bahwa proses revitalisasi satuan pendidikan di Sulut masih terus bergerak dan belum seluruh penerima memasuki tahap pekerjaan fisik.
Dorong Kualitas Pembelajaran
Febry menegaskan, revitalisasi sekolah bukan semata-mata menyangkut pembangunan atau pembenahan fisik. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak sehingga dapat menunjang proses pembelajaran.
Pembenahan sarana dan prasarana diharapkan memberi dampak langsung terhadap kenyamanan serta kualitas aktivitas belajar mengajar di satuan pendidikan penerima.
“Ini merupakan bukti komitmen pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara,” imbuhnya.
Dengan cakupan 770 satuan pendidikan dan ratusan sekolah yang telah mulai mengerjakan revitalisasi, program tersebut menjadi salah satu intervensi pemerintah dalam memperkuat fondasi layanan pendidikan di Sulawesi Utara.
BPMP Sulut pun terus melakukan pemantauan terhadap progres pelaksanaan di lapangan, termasuk memastikan sekolah-sekolah penerima bergerak sesuai tahapan yang telah ditetapkan.(fer)















