DOTNEWS.ID | MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat capaian penting di sektor pendidikan. Di tengah karakter wilayah yang terdiri dari banyak pulau dan sekolah yang tersebar hingga kawasan perbatasan, Sulut meraih Terbaik I Kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi.
Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) dalam acara yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/9/2026) malam.
Penghargaan diserahkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago. Capaian Sulut tersebut berkaitan dengan upaya penguatan akses dan pemerataan layanan pendidikan. Penilaian kategori ini antara lain mencakup pemerataan guru, sarana pendidikan, literasi dan numerasi, serta partisipasi masyarakat dalam pendidikan. (detikcom)
Tak hanya penghargaan, Pemprov Sulut juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp2 miliar sebagai bagian dari apresiasi pemerintah pusat terhadap capaian pemerintah daerah. (Portal Sulut)
Namun bagi YSK, penghargaan tersebut bukan garis akhir. Justru, capaian itu menjadi dorongan untuk memperluas akses pendidikan hingga wilayah yang selama ini menghadapi tantangan geografis.
Gubernur YSK mengaku sempat tegang saat menunggu pengumuman penghargaan tersebut.
“Saya agak khawatir juga tidak terpanggil. Tapi Puji Tuhan Sulut mendapatkan penghargaan apresiasi di bidang pendidikan,” ungkap YSK.
Tantangan Besar Sulut: Sekolah Tersebar di Ratusan Pulau
YSK menyadari pemerataan pendidikan di Sulawesi Utara bukan pekerjaan sederhana. Kondisi geografis Sulut yang memiliki banyak wilayah kepulauan membuat akses menuju sekolah menjadi tantangan tersendiri, baik bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Memang kita lagi berjuang karena kami memiliki 300 pulau yang sekolahnya tersebar,” kata YSK.
Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), agar layanan pendidikan semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Saya dan Pak Menteri Dikdasmen berupaya menghadirkan pendidikan yang mudah dijangkau, didatangi baik siswa maupun guru,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan pendidikan Sulut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sekolah, tetapi juga bagaimana memastikan peserta didik dan guru dapat mengakses layanan pendidikan secara layak meski berada di wilayah kepulauan.
Perbatasan Jadi Perhatian
Perhatian terhadap akses pendidikan juga diarahkan ke wilayah perbatasan Indonesia.
YSK menyinggung dukungan pemerintah pusat terhadap sekolah di Miangas, salah satu wilayah terluar Indonesia di bagian utara Sulawesi Utara.
“Saat ini Bapak Presiden membantu sekolah yang berada di Miangas di perbatasan Indonesia bagian utara,” ujar YSK.
Bagi Sulut, penguatan layanan pendidikan di wilayah perbatasan memiliki arti strategis. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap memperoleh kesempatan pendidikan.
Karena itu, YSK menegaskan pemerataan pendidikan akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Ini yang terus kita tingkatkan. Masyarakat Sulut tidak susah lagi menikmati pendidikan karena memiliki pulau,” pungkasnya.
Capaian Terbaik I tersebut kini menjadi catatan baru bagi Pemprov Sulut. Tantangan berikutnya adalah memastikan penghargaan atas akses pendidikan tersebut diterjemahkan menjadi layanan yang semakin mudah dijangkau dan merata, terutama bagi sekolah, siswa dan guru yang berada di wilayah kepulauan serta perbatasan.(fer)















