DAERAH

HUT ke-92 GMIM Bersinode, Gubernur Yulius Selvanus: Jadikan Momentum Pemilihan Pelsus Bukan Ajang Persaingan Pemecah

×

HUT ke-92 GMIM Bersinode, Gubernur Yulius Selvanus: Jadikan Momentum Pemilihan Pelsus Bukan Ajang Persaingan Pemecah

Sebarkan artikel ini

DOTNEWS.ID | MINSEL – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Sulut, Dr. Fransiscus Manumpil, menghadiri puncak perayaan HUT ke-92 GMIM Bersinode yang dipusatkan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Selasa (30/9/2026).

Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya dibacakan Asisten III Fransiscus Manumpil menyampaikan selamat HUT ke-92 GMIM Bersinode.

Sejak 30 September 1934, GMIM telah hadir dan memulai perjalanan pelayanannya.

Tidak hanya dalam pelayanan gereja, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan masyarakat seperti sektor pendidikan, kesehatan dan sosial budaya.

“Selama 92 tahun tentu sudah banyak tantangan dan pergumulan telah dilewati, serta banyak pencapaian yang telah diraih,” ucap Manumpil saat membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur Yulius menegaskan, momentum perayaan HUT ke-92 tahun ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk bernostalgia mengenang masa lalu.

Lebih dari itu, warga GMIM diajak untuk sadar dan peka terhadap realita pergumulan yang sementara dihadapi sekarang, sembari menatap masa depan dengan optimisme.

Pesan krusial yang ditekankan Gubernur Yulius adalah soal peningkatan kualitas pelayanan ke depan.

“Kesadaran untuk menata pelayanan ini menjadi sangat krusial,” tegasnya.

Hal ini menjadi sangat penting, terlebih beberapa waktu lalu Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) telah dilaksanakan, dan dalam waktu dekat GMIM akan melaksanakan agenda besar, yaitu pemilihan Pelayan Khusus dan Badan Pekerja Majelis di semua aras.

“Tentu, ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan GMIM ke depan,” lanjutnya.

Di akhir sambutan, Gubernur berpesan agar seluruh warga GMIM menjadikan momentum pemilihan tersebut dengan penuh kedewasaan iman.

“Jadikan momentum ini bukan sebagai ajang persaingan yang memicu perpecahan, melainkan sebagai pesta iman untuk menata dan meningkatkan kualitas pelayanan ke depan,” tutup Manumpil. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *