PENDIDIKAN

Aditya Pontoh Tegaskan Pendidikan Bolmut Tak Boleh Jalan di Tempat

×

Aditya Pontoh Tegaskan Pendidikan Bolmut Tak Boleh Jalan di Tempat

Sebarkan artikel ini
Penguatan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian Pelaksana Tugas Bupati Bolmut Aditya Pontoh.

DOTNEWS.ID | BOLMUT – Penguatan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Moh. Aditya Pontoh, S.IP.

Pesan itu disampaikan saat Plt. Bupati menggelar rapat perdana bersama seluruh kepala satuan pendidikan se-Bolmut di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Rabu (7/10/2026).

Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan para kepala SPNF SKB, TK Negeri, SD, hingga SMP se-Bolmut. Bukan sekadar forum silaturahmi, rapat ini menjadi ruang untuk menyatukan langkah sekaligus mengurai berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi di lapangan.

Di hadapan para kepala sekolah, Aditya menegaskan bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, seluruh penyelenggara pendidikan dituntut tidak hanya menjalankan rutinitas administratif, tetapi mampu membaca perubahan dan menjawab kebutuhan peserta didik.

“Rapat perdana ini menjadi momentum kita untuk menyatukan persepsi dan langkah. Kita ingin memastikan seluruh anak di Bolmut mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas tanpa terkecuali,” tegas Aditya.

Ia mendorong kepala satuan pendidikan tampil sebagai pemimpin yang adaptif, inovatif dan responsif, terutama menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan pendidikan di era digital.

Namun, tuntutan tersebut juga dibarengi dengan penekanan terhadap disiplin dan integritas aparatur.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum maupun sarana prasarana, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan di setiap satuan pendidikan serta konsistensi guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas.

Kejar SPM, Dikbud Diminta Tak Berhenti di Administrasi

Aditya juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperkuat pendampingan, evaluasi serta peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah.

Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan benar-benar dirasakan peserta didik, bukan berhenti sebagai target administratif.

Pemkab Bolmut, kata dia, perlu memastikan setiap anak memperoleh kesempatan dan layanan pendidikan yang layak tanpa membedakan wilayah maupun kondisi sosial.

Menariknya, dalam forum tersebut Aditya juga membuka ruang komunikasi secara langsung dengan jajaran pendidikan.

Ia meminta guru dan kepala sekolah tidak ragu menyampaikan kritik, saran maupun persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

“Saya memohon doa dan dukungan dari kita semua. Saya juga sangat terbuka menerima kritik, saran dan masukan demi pembangunan kualitas pendidikan di Bolmut. Silakan sampaikan kapan saja, di mana saja. Pintu komunikasi saya terbuka untuk kepentingan pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.

Rapat kemudian berlangsung interaktif. Para kepala sekolah menyampaikan aspirasi, kondisi serta kebutuhan pendidikan di wilayah masing-masing.

Forum tersebut menjadi titik awal penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan, dengan satu tuntutan utama: peningkatan kualitas layanan pendidikan harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata di lapangan.

Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Inspektur Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajaran, serta seluruh Kepala SPNF SKB, TK Negeri, SD dan SMP se-Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *