DOTNEWS.ID | BOLMUT – Aksi demo Masyarakat Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Binadou (AMPB) di gelar di Depan Situs Komaling R.S Pontoh, Desa Boroko Kecamatan Kaidipang, Rabu (18/02/2026).
Para demonstran diterima langsung oleh Bupati Boltara Sirajudin Lasena, Wakil Bupati Mohammad Aditya Pontoh dan Pimpinan DPRD Bolmut Depri Pontoh.
Aksi tersebut sebagai bentuk protes AMPB terhadap panitia pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR) yang dinilai tidak melibatkan Kabupaten Bolmut dalam berbagai agenda pembentukan calon provinsi baru tersebut.
“Kami mendesak pemerintah daerah segera mencabut dukungan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi BMR,” ujar Koordinator Lapangan Febrianto Lombu.
Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pemerintah daerah dan DPRD untuk mengubah nama daerah dari Bolaang Mongondow Utara menjadi Kabupaten Binadou.
“Permintaan perubahan nama ini, asas dasar histori adat dan budaya wilayah Bolmut yang membawahi eks swapraja Bintauna, Bolangitang dan Kaidipang,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut Bupati Sirajudin Lasena mengatakan terkait dengan isu PBMR, Pemerintah Kabupaten belum merespon lebih jauh.
“Hingga hari ini Pemkab dan DPRD, belum menyikapi secara serius. Karena ini baru dalam tahapan usulan. Baik ke pemerintah provinsi maupun pusat,” ungkap Sirajudin.
Dikatakannya, sebelumnya pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan panitia pemekaran PBMR agar rencana pemekaran provinsi ini dapat tersosialisasi dengan baik serta mengedepankan kepentingan masyarakat bukan kepentingan pribadi.
“Kami sampaikan kepada panitia, alangkah baiknya sebelum konsolidasi, bisa audiens dengan gubernur, agar bisa menyampaikan langsung gagasan tersebut, kemudian hasil audiens itu disosialisasikan ke masyarakat BMR,” jelasnya.
Lanjutnya, begitu juga dengan usulan perubahan nama kabupaten, akan kami tindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.(rap)















