DOTNEWS.ID | BITUNG — Di tengah sukacita peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kota Bitung, sebuah perayaan sederhana menghadirkan makna yang jauh lebih dalam. Bukan pesta mewah, bukan pula gemerlap hadiah, melainkan ketulusan berbagi kasih dengan mereka yang membutuhkan.
Sabtu (10/10/2026), sekitar pukul 20.00 WITA, Ibu Indria Liando Duhe, istri tercinta Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos., merayakan hari ulang tahunnya bersama keluarga kecil dan sejumlah ibu lanjut usia (lansia) di Kampung Kodo, Kelurahan Wangurer, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Perayaan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kehangatan. Di antara keluarga dan para lansia, kebahagiaan tidak diukur dari besarnya hidangan ataupun mahalnya hadiah, tetapi dari ketulusan hati yang menghadirkan perhatian bagi sesama.
Dalam momentum istimewa itu, keluarga Duhe membagikan bantuan sembako kepada sejumlah ibu lansia. Bantuan tersebut berupa beras, minyak kelapa, susu sachet, dan mi instan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima.
Menariknya, bantuan tersebut berasal dari rezeki usaha penjualan kue cake yang dijalankan Indria Liando Duhe. Dari usaha sederhana itu, tumbuh niat mulia untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi keluarga Duhe, rezeki bukan semata-mata sesuatu yang dinikmati sendiri, melainkan titipan Allah SWT yang di dalamnya terdapat kesempatan untuk menolong dan membahagiakan orang lain.
Aiptu Soeyadi Duhe bersama sang istri juga telah beberapa kali melakukan kegiatan berbagi kepada masyarakat kurang mampu.
“Kepedulian tersebut menjadi wujud nyata bahwa kebaikan tidak harus menunggu seseorang memiliki kekayaan berlimpah. Dengan niat tulus dan kemampuan yang ada, siapa pun dapat menjadi jalan hadirnya pertolongan bagi sesama,” kata Duhe.
Di balik setiap paket sembako, tersimpan pesan sederhana, masih ada tangan yang bersedia mengulurkan bantuan dan hati yang tidak menutup pintu bagi penderitaan orang lain.
Momentum ulang tahun Indria Liando Duhe yang bertepatan dengan peringatan HUT Kota Bitung ke-36 itu pun menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya tercermin melalui pembangunan jalan, gedung, dan fasilitas umum, tetapi juga melalui tumbuhnya rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Sebab, kota yang maju bukan hanya kota dengan bangunan yang menjulang, melainkan kota yang warganya saling menopang ketika ada yang kesulitan, saling menguatkan ketika ada yang lemah, serta saling berbagi ketika rezeki menghampiri,” ujar dia.
Di Kampung Kodo, malam itu, kesederhanaan menjelma menjadi pesan penuh makna. Usaha kue yang mungkin terlihat kecil mampu melahirkan kebahagiaan bagi orang lain.
“Rezeki yang disisihkan menjadi tanda bahwa kepedulian dapat tumbuh dari rumah sendiri, kemudian menjangkau kehidupan sesama,” ungkapnya.
Menurut Duhe, kebaikan tidak membutuhkan panggung untuk terlihat indah. cukup hadir melalui tangan yang memberi, hati yang ikhlas, dan senyum mereka yang merasa diperhatikan.
Keluarga Duhe berharap kegiatan berbagi tersebut membawa manfaat bagi para lansia dan menjadi amal kebaikan yang diridai Allah SWT.
Semoga setiap rezeki yang dibagikan mendatangkan keberkahan, setiap niat tulus memperoleh balasan terbaik, dan semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Bitung.
“Sebab, usia boleh bertambah, waktu boleh berlalu, tetapi kebaikan yang ditanam dengan ketulusan akan selalu meninggalkan jejak di hati manusia,” pungkasnya. (Sman)















