DOTNEWS.ID | BOLMUT – Tawaran bantuan benih jagung dengan label Jafran oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mendapat penolakan dari para petani di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara.
“Belum lama ini, untuk kesekian kalinya kami ditawari oleh pihak penyuluh pertanian Bolmut mendapatkan bantuan benih jagung Jafran, namun kami menolaknya,” ungkap para petani Bolmut.
Alasannya jelas, di mana menurut para petani setempat benih jagung yang dimiliki PT Jafran Indonesia ini tidak sesuai ekspektasi atau harapan.
“Kualitas benih jagung Jafran ini banyak kekurangannya. Diantaranya pertumbuhannya tidak merata saat di tanami dan hasil buahnya kecil dan berkerut saat panen,” ungkap mereka yang diaminkan Rusli, Selasa (14/6/2026).
Menurutnya, seluruh petani harus merugi saat menggunakan benih jagung tersebut. Mulai dari tenaga, waktu, dan pembiayaan pupuk serta racun rumput.
“Hasilnya tidak balik modal dan tenaga kami terkuras yang ada kami kalah banyak. Bantuan ini sudah kita alami juga pada pembagian di tahun 2025 oleh pihak Kementerian Pertanian yang disalurkan pemerintah daerah,” kesalnya.
Dia menambahkan, seharusnya Kementerian Pertanian lebih paham apa yang menjadi kebutuhan petani, apalagi soal ketersedian bantuan benih.
“Kami yang tidak berilmu pendidikan saja tau mana benih yang baik dan mana benih yang tidak baik. Lah pihak Kementrian Pertanian tidak mengetahui itu. Buktinya untuk 2025-2026 masih tetap saja ingin menyalurkan bantuan benih yang sama,” ketusnya.
Sementara itu, salah satu staf Dinas Pertanian Bolmut, Ikbal Darise mengakui jika sosialisasi penyaluran bantuan benih Jafran dari Kementan RI mendapat penolakan dari para petani di Bolmut.
“Iya benar, dan penolakan bantuan benih jagung Jafran ini juga sudah kita sampaikan ke pihak Kementan RI,” ujar Darise.(rap)














