DOTNEWS.ID | BITUNG – Pertikaian antara warga Pasrtua dan Kombos akhirnya berujung damai. Kesepakatan tersebut tercapai setelah kedua belah pihak dipertemukan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Bitung, Kecamatan Maesa, Kelurahan Bitung Tengah. Senin (24/8/2026).
Kegiatan pertemuan tersebut dihadiri oleh, Kang OPS Polres Bitung, Novrianto Sadia, Kapolsek Maesa, AKP Tuegeh Darus, Kasat Reskrim, AKP, Ahmad Anugrah Pratama, Kasat Intelkam Iptu Christian Witer P. Pardede, Camat Maesa, Fatmawaty Soleman, Lurah Bitung Tengah, Tity Achmad, Kasdim Kodim Bitung, Mayor. Cpm Samsuri Usman
Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Serta para orang tua anak anak muda yang terlibat pertikaian.
Kehadiran berbagai pihak menjadi bagian dari upaya bersama untuk meredam situasi sekaligus mencegah pertikaian berkembang dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan menyelesaikan persoalan secara terbuka.
Setelah melalui proses pembicaraan dan pendekatan bersama, akhirnya tercapai kesepakatan untuk mengakhiri pertikaian dan menjaga situasi tetap kondusif.

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bitung), Olha Banua, menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI/Polri dan unsur pemerintah yang telah mengambil langkah mempertemukan kedua belah pihak yang sebelumnya terlibat pertikaian.
“Apresiasi tentunya kepada TNI, Polri serta pemerintah setempat yang telah mempertemukan dua belah pihak sehingga sepakat damai,” ujar Olha.
Menurutnya, penyelesaian melalui dialog merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan persaudaraan masyarakat.
Ia berharap perdamaian yang telah disepakati tidak hanya menjadi penyelesaian sementara, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan antarmasyarakat.
Olha menegaskan, keberadaan FKDM harus mampu menjadi bagian dari sistem kewaspadaan masyarakat dengan hadir ketika terjadi persoalan di tengah warga.
FKDM, kata dia, memiliki peran untuk mengumpulkan informasi serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak terkait.
“Sebagai Ketua FKDM, kami harus siap hadir di mana pun ada kejadian. Kami menjadi mata dan telinga masyarakat, tentunya dengan mengumpulkan informasi dan berkolaborasi bersama TNI, Polri serta Pemerintah Kota Bitung,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi apabila terjadi persoalan yang berpotensi memicu konflik.
Menurutnya, komunikasi dan penyelesaian secara bersama jauh lebih penting daripada membiarkan persoalan berkembang menjadi pertikaian terbuka.
“Dengan tercapainya kesepakatan damai, situasi diharapkan kembali aman dan kondusif. Sinergi antara masyarakat, TNI/Polri, pemerintah daerah dan FKDM menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mencegah munculnya kembali konflik di tengah masyarakat Kota Bitung,” pungkasnya. (Sman)














