DOTNEWS.ID | BITUNG — Pemerintah Kota Bitung melaksanakan kerja bakti massal serentak pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Visi Pemerintahan HH–RM Tahun 2025–2030 “Harmonisasi Menuju Bitung Maju”, khususnya Misi Ketiga, yakni meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, menegaskan bahwa kerja bakti massal ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kota.
“Kerja bakti ini adalah wujud tanggung jawab bersama. Kota Bitung yang bersih, sehat, dan tertata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” tegas Wali Kota Hengky Honandar.
Ia juga mengajak seluruh ASN, aparat, dan masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai budaya hidup bersih yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Saya mengajak seluruh ASN, perangkat daerah, serta masyarakat di setiap kelurahan dan kecamatan untuk turun langsung ke lapangan. Mari kita jadikan kerja bakti ini sebagai gerakan bersama demi Bitung yang maju dan harmonis,” tambahnya.
Kerja bakti ini melibatkan Forkopimda Kota Bitung, pimpinan instansi vertikal, staf ahli wali kota, seluruh perangkat daerah, pimpinan BUMN, direksi PERUMDA, camat dan lurah, serta seluruh lapisan masyarakat.
Seluruh ASN Pemerintah Kota Bitung, baik PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu, termasuk ASN instansi vertikal, karyawan BUMN, dan PERUMDA diwajibkan mengikuti kegiatan ini. Camat dan lurah juga diminta menggerakkan partisipasi aktif masyarakat di wilayah masing-masing.
Peserta kerja bakti diwajibkan membawa peralatan kebersihan seperti garukan sampah, sekop, karung, dan sapu, sementara pencatatan kehadiran ASN dilakukan melalui sistem finger scan di masing-masing lokasi kerja bakti.
Adapun lokasi kerja bakti tersebar di 62 lokus di seluruh wilayah Kota Bitung, meliputi jalan protokol, pasar, kawasan perkantoran, drainase, fasilitas umum, serta lingkungan kerja masing-masing instansi, dengan koordinator yang telah ditetapkan.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bitung berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Hengky.















