boltara
DAERAH

Audit Keuangan 2025, Perumda Pasar Bitung Naik Dua Level, Raih Opini WDP

×

Audit Keuangan 2025, Perumda Pasar Bitung Naik Dua Level, Raih Opini WDP

Sebarkan artikel ini
Gedung BCC dan juga Kantor Perumda Pasar

DOTNEWS.ID | BITUNG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Bitung mencatat peningkatan signifikan dalam tata kelola dan kinerja keuangan. Berdasarkan hasil Audit Tahun Buku 2025 yang diserahkan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), Perumda Pasar Kota Bitung berhasil meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), meningkat dua level dibandingkan Tahun 2024 yang sebelumnya memperoleh opini Disclaimer dari auditor yang sama.

Direktur Perumda Pasar Kota Bitung, Ramlan Mangkialo, menyampaikan capaian tersebut kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis (26/02/2026).

Menurut Ramlan, keberhasilan meraih opini WDP dalam waktu relatif singkat merupakan hasil kerja kolektif jajaran direksi dalam melakukan pembenahan sistem sejak dirinya mulai menjabat pada Juli 2025.

“Dalam enam bulan terakhir, kami fokus melakukan pembenahan sistem manajemen keuangan dan penguatan pengendalian internal. Alhamdulillah, hasilnya terlihat dengan diraihnya opini WDP,” ujar Ramlan.

Manajemen Sama, Direksi Berubah

Ramlan menegaskan bahwa capaian WDP ini penting untuk dipahami secara objektif. Ia menjelaskan bahwa struktur organisasi dan perangkat manajemen secara umum tidak mengalami perubahan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Artinya, ketika Perumda Pasar memperoleh opini Disclaimer pada tahun 2024, sistem organisasi dan sebagian besar personel manajerial masih sama dengan kondisi saat ini.

Perbedaan mendasar, menurutnya, terletak pada perubahan jajaran direksi sebagai pengambil kebijakan strategis dan penanggung jawab utama arah tata kelola perusahaan.

“Manajemennya pada dasarnya masih sama. Yang berubah adalah jajaran direksinya. Di bawah kepemimpinan baru, kami melakukan penataan ulang sistem kerja, memperketat pengawasan, serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar akuntansi dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan memiliki peran sentral dalam membangun budaya kerja yang disiplin dan akuntabel.

Reformasi Sistem dan Operasional Jadi Kunci.

Sejak Juli 2025, direksi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencatatan keuangan, mekanisme pelaporan, serta pengendalian internal. Fokus utama diarahkan pada pembenahan sektor operasional sebagai sumber utama pendapatan.

“Vanny Kaunang sebagai Direktur Operasional merupakan tulang punggung pendapatan Perumda Pasar. Kalau salah kelola di bidang operasional, maka hasilnya pasti buruk. Bisa saja WDP tidak tercapai tahun ini. Namun karena operasional sudah berjalan lebih tertib dan terkontrol, kinerja keuangan ikut terdongkrak,” jelas Ramlan.

Langkah-langkah pembenahan meliputi:
Penertiban administrasi dan rekonsiliasi data keuangan.

1. Optimalisasi penagihan dan pengawasan pendapatan di unit pasar.
2. Pengurangan potensi kebocoran pendapatan.
3. Monitoring berkala atas realisasi pendapatan dan belanja.
4. Penguatan sistem pengendalian internal.

Disclaimer 2024 Jadi Alarm Perbaikan

Ramlan mengakui bahwa opini Disclaimer tahun 2024 menjadi momentum refleksi dan alarm keras bagi perusahaan.

“Tahun 2024 dinyatakan disclaimer. Itu menjadi peringatan serius bahwa harus ada pembenahan cepat dan terukur. Kami tidak mencari pembenaran, tetapi langsung bekerja memperbaiki sistem,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa lonjakan dari Disclaimer ke WDP dalam satu tahun menunjukkan bahwa perbaikan tata kelola dapat dicapai apabila ada komitmen kuat dari pimpinan perusahaan.

Evaluasi SDM Dilakukan Kolektif

Terkait sumber daya manusia, Ramlan menyebutkan masih terdapat sejumlah pegawai lama yang perlu dievaluasi efektivitas kinerjanya. Namun langkah tersebut akan dilakukan secara kolektif bersama seluruh direksi.

“Evaluasi pegawai lama akan dibahas dalam rapat internal seluruh direksi. Semua keputusan akan diambil secara objektif demi kemajuan Perumda Pasar ke depan,” pungkasnya.

Menuju Tata Kelola Lebih Baik

Dengan diraihnya opini WDP, Perumda Pasar Kota Bitung menargetkan peningkatan kualitas laporan keuangan menuju opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada periode berikutnya.

Ramlan menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar peningkatan opini audit, melainkan bukti bahwa arah kepemimpinan dan tata kelola yang tepat mampu memperbaiki kinerja perusahaan daerah secara signifikan.

“WDP bukan akhir, ini awal. Target kami adalah tata kelola yang semakin baik, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Bitung,” pungkasnya. (Sman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *