DOTNEWS.ID | JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu ditunjukkan melalui kunjungan kerja dan audiensi Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin (3/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sirajudin mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebagai salah satu program strategis untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Audiensi diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal, Dr. Eko Susanto, SE., M.Si.
Sekolah Terintegrasi Jadi Program Prioritas Boltara
Dalam paparannya, Bupati Sirajudin menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu prioritas daerah dalam mendukung transformasi pendidikan di Boltara.
Konsep sekolah tersebut dirancang sebagai pusat pendidikan unggulan yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan potensi daerah, termasuk kearifan lokal masyarakat pesisir serta budaya Mongondow sebagai identitas yang perlu dilestarikan melalui dunia pendidikan.
Menurutnya, kehadiran sekolah terintegrasi diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Kemendikdasmen Sambut Positif Usulan Pemkab Boltara
Menanggapi usulan tersebut, Dirjen Gogot Suharwoto menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam membangun sektor pendidikan.
Kemendikdasmen, kata dia, menyambut baik gagasan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan siap memberikan dukungan teknis sesuai ketentuan yang berlaku. Proposal yang diajukan Pemkab Boltara juga akan dipelajari lebih lanjut sebagai bagian dari proses perencanaan.
Dukungan pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat realisasi program tersebut sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Boltara Perjuangkan Tambahan Anggaran Revitalisasi Sekolah
Selain mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, Pemkab Boltara juga melakukan konsultasi terkait penambahan anggaran revitalisasi satuan pendidikan.
Pada tahun 2026, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memperoleh alokasi anggaran revitalisasi pendidikan sebesar Rp9,9 miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk revitalisasi:
- 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP);
- 12 Sekolah Dasar (SD);
- 59 Taman Kanak-kanak/Pendidikan Anak Usia Dini (TK/PAUD).
Program revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman, aman, dan efektif.
Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara membangun sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Dengan terwujudnya Sekolah Nasional Terintegrasi serta penguatan program revitalisasi sekolah, Pemkab Boltara optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan mampu menghasilkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sirajudin turut didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boltara.(**)














