DOTNEWS.ID Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta maaf karena antrean pembelian LPG 3 kg di Tangerang Selatan, Banten, memakan korban jiwa.
Permohonan maaf Bahlil disampaikan usai seorang warga RT/RW 001/007, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bernama Yonih (62) yang dilaporkan meninggal dunia diduga kelelahan karena mengantre membeli LPG 3 kg pada Senin (3/2/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan perbaikan kebijakan untuk mencegah situasi memburuk. Salah satu langkah yang ia tempuh adalah mengubah status pengecer menjadi sub-pangkalan, sehingga pengecer dapat menjual LPG 3 kg lagi.
“Apa yang kami lakukan pagi ini dan malam ini merupakan respons. Kami ingin rakyat mendapat LPG dengan baik dan gampang,” kata Bahlil.
Baru-baru ini ia menyatakan bahwa pengecer LPG 3 kg dapat kembali beroperasi mulai hari ini, namun berganti nama menjadi sub-pangkalan yang bertujuan untuk menormalkan kembali jalur distribusi gas bersubsidi tersebut.(**)















