DOTNEWS.ID | MANADO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Manado terus berupaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini melalui kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas).
Kali ini, edukasi menyasar siswa-siswi SMP Yayasan Irene Manado, Selasa (27/10/2026), dengan memberikan pemahaman tentang keselamatan di jalan raya, penggunaan sepeda listrik, serta pencegahan perundungan atau *bullying* di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut dilaksanakan oleh personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Manado, bersama Kasubnit 1 dan Kasubnit 2 Unit Kamsel.
Kegiatan ini turut dihadiri kepala sekolah, para guru, serta siswa-siswi SMP Yayasan Irene Manado.
Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas, menerapkan etika berkendara, serta memahami risiko yang dapat ditimbulkan akibat pelanggaran maupun kelalaian di jalan raya.
Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Vonna Deiby Frouna Palilingan menegaskan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran dan membentuk perilaku disiplin sejak usia dini.
“Keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini. Kami ingin para pelajar memahami bahwa aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain,” demikian statemen yang diusulkan untuk dikonfirmasi kepada Kasat Lantas Polresta Manado.
“Jangan sampai kelalaian atau pelanggaran yang sebenarnya bisa dihindari justru berujung pada kecelakaan yang merugikan banyak pihak,” lanjutnya.
Selain membahas aturan lalu lintas, personel juga menjelaskan dampak kecelakaan yang tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi dapat menimbulkan penderitaan dan beban ekonomi bagi keluarga korban.
Melalui pemahaman tersebut, para siswa diharapkan semakin menghargai keselamatan dan mampu mengambil keputusan yang bijak ketika berada di jalan raya.
Perhatian khusus turut diberikan terhadap penggunaan sepeda listrik di kalangan pelajar.
Para siswa diimbau untuk memahami ketentuan penggunaan sepeda listrik, memperhatikan faktor keselamatan, serta tidak menggunakannya di jalan yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan tersebut.
“Kami mengimbau para pelajar agar tidak mengabaikan keselamatan saat menggunakan sepeda listrik,” lanjut statemen usulan tersebut.
“Pahami aturan penggunaannya dan jangan memaksakan diri berkendara di tempat yang berisiko. Keselamatan harus menjadi prioritas, karena satu tindakan ceroboh dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” lanjutnya lagi.
Tak hanya soal lalu lintas, Satlantas Polresta Manado juga mengingatkan para siswa agar menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah dengan menjauhi segala bentuk perundungan.
Tindakan bullying, baik secara fisik, verbal maupun melalui media sosial, dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis dan perkembangan anak.
“Kami ingin para pelajar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berempati, dan saling menghargai. Jangan melakukan bullying atau menganggapnya sebagai bahan candaan, karena tindakan tersebut bisa melukai orang lain,” demikian statemen lanjutan yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan sebagai kutipan langsung.
“Jadilah teman yang saling mendukung, berani melakukan hal positif, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman,” lanjutnya.
Pihak SMP Yayasan Irene Manado menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polresta Manado atas pelaksanaan sosialisasi dan edukasi tersebut.
Kegiatan ini dinilai memberikan manfaat bagi siswa-siswi, khususnya dalam menambah wawasan, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun karakter generasi muda yang sadar akan keselamatan dan tanggung jawab sosial.
Melalui kegiatan Dikmas Lantas ini, Satlantas Polresta Manado berharap para pelajar tidak hanya memahami materi yang disampaikan.
Tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di jalan raya, lingkungan sekolah, maupun di tengah masyarakat.
Upaya edukasi sejak dini tersebut menjadi bagian dari komitmen Polresta Manado dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (fer)















