DOTNEWS.ID | BITUNG – Seorang nelayan asal Kelurahan Motto, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, bernama Irfand Kristofer Mamahi (39), dilaporkan hilang saat melaut sejak Rabu, 19 Agustus 2026.
Irfand diketahui pergi melaut menggunakan sebuah perahu bernama KNVB. Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, korban dilaporkan hilang pada sekitar pukul 16.55 WITA.
Perahu yang digunakan korban memiliki panjang sekitar 6,39 meter, lebar 60 sentimeter dan tinggi 58 sentimeter. Ciri khas perahu tersebut berwarna oranye dengan lis putih, yang diharapkan dapat membantu proses pencarian dan identifikasi di perairan.
Lurah Motto, Susli Yacob, S.Sos, mengatakan pihak kelurahan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas untuk mendapatkan bantuan dalam proses pencarian korban.
“Sudah melapor ke Basarnas, namun kapal operasional dari Basarnas dalam keadaan rusak (docking). Namun pihak Basarnas sudah meminta data-data orang yang hilang tersebut dan menyebarkannya,” ujar Susli. Rabu, (26/8/2026).
Kondisi tersebut menjadi kendala dalam upaya pencarian terhadap Irfand. Meski demikian, data korban dan informasi mengenai perahu yang digunakan telah disampaikan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan langkah pencarian lebih lanjut.
“Kami dari pihak keluarga hingga kini masih menunggu kabar mengenai keberadaan Irfand. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Maya istri dari Irfand.
Keluarga juga telah memberikan informasi mengenai ciri-ciri korban serta perahu yang digunakan saat melaut.
“Data tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di wilayah perairan,” ungkap Maya.
Hilangnya Irfand membuat keluarga dan warga Kelurahan Motto diliputi kekhawatiran.
“Kami berharap adanya upaya pencarian bersama yang melibatkan Basarnas, pemerintah setempat, aparat keamanan, nelayan serta masyarakat pesisir,” harapnya.
Keluarga berharap proses pencarian dapat segera dilakukan secara maksimal, mengingat Irfand telah beberapa hari tidak diketahui keberadaannya sejak dilaporkan hilang pada 19 Agustus 2026.
Hingga berita ini disusun, pihak Basarnas ketika dikonfirmasi oleh media ini belum memberikan tanggapan.
informasi mengenai keberadaan Irfand Kristofer Mamahi masih dalam penelusuran. Pihak keluarga dan masyarakat terus berharap adanya kabar baik serta kepastian mengenai kondisi nelayan tersebut. (Sman)















