boltara
DAERAH

Kerjasama Hasil Perhitungan Bapelitbangda dan BPS, Menghasilkan NTP Kabupaten Boltara Tahun 2025

×

Kerjasama Hasil Perhitungan Bapelitbangda dan BPS, Menghasilkan NTP Kabupaten Boltara Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Bupati Boltara Sirajudin Lasena didampingi Wabup Aditya Pontoh dan Pimpinan DPRD Drs Depri Pontoh.

BOLTARA, dotnews.id – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), melakukan penghitungan Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), dengan mengacu pada Indeks Tahun Dasar 2018.

Penghitungan Bapelitbangda dan BPS menggunakan pendekatan sister regency, disertai dengan penggunaan Diagram Timbang (DT) 2018, sebagai dasar pembobotan indeks, guna memastikan konsistensi dan kesesuaian perbandingan data.

Alhasil pada Bulan Januari dan Februari 2025, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat pertumbuhan NTP sebesar 109,99 naik menjadi 114, persen. Begitu juga pada Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) dari 113,77 menjadi 117,37 persen. Demikian disampaikan Kepala Bapelitbangda, Aroman Talibo SPt, dalam laporannya di kegiatan Diseminasi NTP Boltara, Senin (14/7/2025).

Dia menerangkan capaian ini mencerminkan peningkatan daya beli petani serta efisiensi dalam usaha pertanian di wilayah Kabupaten Boltara, jika dibandingkan, Nilai Tukar Petani di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 4,14 persen, dan sejalan dengan pertumbuhan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 3,75 persen.

Pada bulan Februari 2025, Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami penurunan secara umum. Peningkatan konsumsi tercatat pada kelompok
Makanan Jadi, Minuman, Rokok, Sandang, serta Pendidikan dan Rekreasi. Sebaliknya, terjadi penurunan pada kelompok Bahan Makanan dan Perumahan. Sementara itu, kelompok Kesehatan, Transportasi, dan Komunikasi menunjukkan kondisi stabil tanpa perubahan signifikan.” terang Aroman.

Lebih lanjut diterangkannya, Nilai Tukar Petani mengukur daya beli petani dengan membandingkan indeks harga yang diterima dan dibayar petani dalam bentuk persentase. Indikator ini menunjukkan kemampuan petani dalam menukar hasil produksi dengan kebutuhan produksi serta konsumsi rumah tangga. Semakin tinggi NTP, semakin baik daya beli dan kesejahteraan petani.

Terakhir Kepala Bapelitbangda mewakil Pemkab Boltara, mengucapkan terima kasih kepada pihak Badan Penelitian Statistik (BPS) yang telah bermitra bersama pemerintah daerah melaksanakan penelitian NTP, yang menjadikan Kabupaten Boltara satu-satunya daerah kabupaten/kota di Sulut yang mendapatkan Nilai Tukar Petani.

“Sejatinya Diseminasi NTP Boltara sangat berpengaruh untuk masyarakat mendapatkan informasi pengetahuan sehingga dapat dipahami dan dimanfaatkan,” pungkas Aroman.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *