DOTNEWS.ID | MANADO – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap Perwira Tinggi (Pati) serta Perwira Menengah (Pamen) pada akhir Juli 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan penguatan kinerja institusi kepolisian.
Mutasi tertuang dalam dua Surat Telegram Kapolri, masing-masing ST/1584/VII/KEP./2026 dan ST/1585/VII/KEP./2026 tertanggal 31 Juli 2026, yang mencakup 146 personel di berbagai satuan kerja dan wilayah Indonesia.
Di jajaran Polda Sulawesi Utara (Sulut), sejumlah pejabat utama mengalami pergantian dan pengukuhan jabatan strategis.
Salah satu perubahan penting adalah pengukuhan AKBP dr. Tasrif, M.A.R.S. sebagai Kabiddokkes Polda Sulut, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Sementara (Ps.) Kabiddokkes. Pengukuhan ini memperkuat struktur organisasi di bidang pelayanan kesehatan kepolisian di wilayah Sulawesi Utara.
Sementara itu, jabatan Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulut kini dipercayakan kepada Kombes Pol Yandrie Philips Makaminan, S.I.K. yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid TIK Polda Sulut.
Yandrie menggantikan Kombes Pol Arie Fadlani, S.I.K., yang memperoleh promosi jabatan sebagai Dirresnarkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Untuk mengisi posisi Kabid TIK Polda Sulut, Kapolri menunjuk Kombes Pol Djoko Ananto, S.I.K., M.H., yang sebelumnya bertugas sebagai Auditor Kepolisian Madya Itwasda Polda Sumatera Barat.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan dinamika yang lazim dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia sekaligus penyegaran organisasi.
> “Mutasi tersebut merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier personel melalui mekanisme *tour of duty* dan *tour of area*, guna meningkatkan profesionalisme, pengalaman tugas, serta penyegaran organisasi,” ujar Kombes Pol Alamsyah.
Ia menambahkan, pergantian pejabat di lingkungan Polda Sulut diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat perlindungan hukum, serta mengoptimalkan fungsi pengayoman di wilayah Sulawesi Utara.
Mutasi berkala yang dilakukan Polri menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga efektivitas organisasi, meningkatkan kompetensi personel, serta memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan sesuai kebutuhan institusi di tingkat pusat maupun daerah.
SEO Title: Mutasi Polri Juli 2026, Dirresnarkoba Polda Sulut Berganti, AKBP dr. Tasrif Resmi Jadi Kabiddokkes(fer)














