DOTNEWS.ID | MANADO – Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah berkoordinasi dengan aparat Kepolisian untuk menjaga keamanan sejumlah SMA dan SMK di Kota Manado agar tetap aman dan kondusif.
Dinas Dikda Sulut juga telah menggelar rapat bersama sejumlah kepala sekolah (Kepsek) SMA dan SMK terkait dugaan tindakan kekerasan di kalangan siswa.
Hal tersebut dikatakan Plh Sekretaris Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut, Bravo Turangan, ST kepada Jurnalis Sumikolah Sulut, Rabu (30/9/2026).
“Ya, kami dari Dinas Dikda sudah berkoordinasi dengan aparat untuk membantu pengamanan,” ucap Bravo Turangan.
“Kami juga meminta agar oknum-oknum yang mengancam lewat media sosial terhadap siswa dan sekolah diusut,” ucapnya lagi.
Ia menjelaskan bahwa persoalan antar siswa di beberapa sekolah sebenarnya sudah selesai sejak Agustus. Namun belakangan ini muncul kembali.
“Kami sudah memanggil beberapa Kepsek yang diduga siswanya terlibat tawuran dan tindakan kekerasan,” ucap Bravo Turangan.
Kepsek yang hadir dalam rapat di Dikda pada Selasa, 29 September 2026, antara lain Kepsek SMAN 1 Manado, SMAN 2 Manado, SMAN 7 Manado, SMKN 1 Manado, SMKN 2 Manado dan SMKN 6 Manado.
Dalam pertemuan tersebut, semua Kepsek diminta memantau siswa serta mengingatkan mereka untuk menjaga ketertiban, menghindari tawuran, dan menjauhi kekerasan.
“Siswa diharapkan langsung pulang ke rumah setelah selesai belajar. Semua sekolah harus menjaga kedamaian,” tegasnya.
Hingga Rabu (30/9/2026) pagi, situasi di beberapa sekolah dilaporkan aman dan terkendali.
“Kami optimistis masalah yang ada bisa teratasi, keamanan dan sekolah dapat berjalan normal,” tandas Bravo Turangan yang juga menjabat Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Dikda Sulut. (fer)















