DOTNEWS.ID, MANADO – Persaingan memperebutkan kursi Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2026–2030 mulai mengerucut. Sebanyak enam bakal calon resmi mendaftar hingga penutupan pendaftaran, Jumat (6/11/2026) pukul 16.00 WITA.
Dari enam nama yang masuk dalam bursa pemilihan rektor (Pilrek) Unsrat tersebut, dua di antaranya merupakan pejabat aktif di lingkungan pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III. Keduanya kini harus bersaing dengan empat akademisi lainnya untuk memperebutkan posisi tertinggi di kampus kebanggaan Sulawesi Utara itu.
Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsrat, Dr. Ir. Jhon Runtuwene, M.S., menegaskan jumlah pendaftar hingga batas akhir hanya enam orang. Dengan demikian, panitia memastikan tidak ada perpanjangan masa pendaftaran.
“Ya, betul. Hanya enam bakal calon yang mendaftar hingga hari terakhir pendaftaran, Jumat (6/11/2026) pukul 16.00 WITA,” ungkap Jhon kepada wartawan usai penutupan pendaftaran di Auditorium Unsrat.
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, perpanjangan pendaftaran pada 9–11 November 2026 hanya dilakukan apabila jumlah pendaftar tidak melebihi empat orang. Karena jumlah pendaftar telah mencapai enam orang, tahapan Pilrek langsung berlanjut ke proses pemeriksaan dan verifikasi dokumen.
Jhon menyebutkan, seluruh bakal calon telah menyerahkan dokumen persyaratan sebagaimana ketentuan yang ditetapkan Senat Unsrat.
Panitia, lanjutnya, bersyukur seluruh proses pendaftaran yang berlangsung sejak 2 hingga 6 November 2026 berjalan tertib, terbuka, dan transparan. Bahkan, proses tersebut dapat disaksikan langsung oleh unsur Senat, LSM, insan pers, mahasiswa, dosen, hingga pendukung masing-masing bakal calon.
“Panitia terbuka dalam proses pendaftaran. Pendaftaran sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan tahapan pemeriksaan kelengkapan dokumen,” tegasnya.
Enam Nama Masuk Bursa
Berdasarkan keterangan panitia, enam bakal calon yang resmi mendaftar dalam kontestasi Pilrek Unsrat periode 2026–2030 yakni:
1. Prof. Dr. Roike Montolalu, S.Pi., M.Sc. – Wakil Rektor II Unsrat bidang Keuangan dan Umum, sekaligus mantan Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan.
2. Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A.(K) – Wakil Rektor III Unsrat bidang Kemahasiswaan.
3. Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandouw, M.Kes. – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), mantan Dekan FKM Unsrat.
4. Dr. Flora Kalalo, S.H., M.H. – Mantan Wakil Rektor II Unsrat dan mantan Dekan Fakultas Hukum.
5. Dr. Youla Agum, S.H., M.H. – Dosen Fakultas Hukum Unsrat.
6. Dr. dr. Theresia M. D. Kaunang, Sp.KJ. – Dosen Fakultas Kedokteran Unsrat.
Prof. Roike Montolalu tercatat sebagai pendaftar pertama pada 3 November 2026. Sementara Dr. dr. Theresia Kaunang menjadi pendaftar terakhir pada 6 November 2026 sekitar pukul 11.00 WITA.
Adapun empat bakal calon lainnya, yakni Prof. Grace Kandouw, Dr. Rocky Wilar, Dr. Flora Kalalo, dan Dr. Youla Agum, mendaftarkan diri pada Kamis (5/11/2026).
Tiga Nama Akan Dikerucutkan
Setelah pendaftaran ditutup, persaingan memasuki tahapan verifikasi administrasi dan penilaian kelayakan dokumen.
Pada 12–18 November 2026, panitia akan melakukan pemeriksaan kelengkapan, verifikasi, serta klarifikasi seluruh dokumen bakal calon. Hasil penjaringan kemudian disampaikan kepada Senat Unsrat pada 19 November 2026.
Panitia juga membuka ruang pengajuan keberatan dari bakal calon pada 20–23 November 2026, sekaligus memberikan kesempatan bagi panitia untuk menyampaikan jawaban tertulis.
Puncak tahapan penjaringan dijadwalkan berlangsung pada 24 November 2026. Pada tahap ini, Senat Unsrat akan menetapkan dan mengumumkan nama-nama calon yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses pemilihan hingga mengerucut menjadi tiga nama.
Sehari kemudian, 25 November 2026, ketiga calon akan menyampaikan visi, misi, dan program kerja di hadapan Senat.
Selanjutnya, tiga nama tersebut dikirimkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada 26 November 2026.
Tahapan berlanjut dengan penelusuran rekam jejak dan wawancara oleh Kemendiktisaintek pada 27 November hingga 17 Desember 2026. Proses pemilihan Rektor yang melibatkan Senat dan kementerian dengan komposisi hak suara 65 persen berbanding 35 persen dijadwalkan pada 18 Desember 2026.
Hasil pemilihan akan disampaikan Senat kepada Kemendiktisaintek pada 19 Desember 2026. Sementara penetapan dan pelantikan Rektor Unsrat periode 2026–2030 akan menyesuaikan jadwal kementerian.
“Kami akan mematuhi seluruh jadwal dan tahapan proses pemilihan Rektor Unsrat. Kami optimistis proses ini akan berjalan lancar,” ujar Jhon.
Bawa Agenda Besar untuk Unsrat
Di tengah persaingan menuju kursi Rektor, keenam bakal calon disebut memiliki komitmen untuk mendorong Unsrat semakin maju dan kompetitif.
Sejumlah agenda strategis mengemuka, mulai dari memperjuangkan realisasi Rumah Sakit Pendidikan, memperbanyak program studi berakreditasi Unggul, hingga meningkatkan jumlah program magister, doktor, dan guru besar.
Penguatan penelitian serta perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, Kemendiktisaintek, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah kabupaten/kota, hingga insan pers juga menjadi bagian dari komitmen yang disampaikan para kandidat.
Sementara itu, Komisi Etik Unsrat, Prof. Dr. Ir. Zetly Tamod, M.S., menyatakan proses pendaftaran Pilrek sejauh ini berlangsung baik. Pihaknya memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap setiap tahapan.
“Ya, berjalan baik. Proses pendaftaran akan terus kami pantau,” tandas Prof. Zetly.
Dengan berakhirnya masa pendaftaran, enam nama kini resmi masuk dalam kontestasi. Namun, perjalanan menuju kursi Rektor Unsrat masih panjang. Verifikasi dokumen, penilaian Senat, hingga proses pemilihan bersama kementerian akan menjadi penentu siapa yang akhirnya dipercaya memimpin Unsrat untuk empat tahun ke depan. (fer)















