DOTNEWS.ID | BOLMUT – Pemerintah Desa Talaga, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027, sekaligus melaksanakan rembuk stunting.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Desa Talaga, Selasa (11/8/2026), dan menjadi bagian penting dalam menentukan arah program pembangunan desa serta prioritas pelayanan masyarakat.
Musyawarah dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Bolangitang Barat yang diwakili Kasi Pemerintahan, Pendamping Lokal Desa (PLD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Puskesmas yang diwakili, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Desa Talaga.
Dalam forum tersebut, pemerintah desa bersama seluruh unsur masyarakat membahas berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan yang dinilai menjadi prioritas untuk dituangkan dalam RKPDes Tahun 2027.
“Musrenbangdes juga menjadi ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus memastikan program pembangunan desa dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ungkap Kepala Desa Talaga, Aprisal Pohontu.
Dikatakan, selain pembahasan RKPDes, agenda rembuk stunting turut mendapat perhatian. Forum ini tandas Aprisal, menjadi langkah bersama untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui sinergi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat.
“Keterlibatan berbagai unsur dalam rembuk stunting diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Talaga,” tandasnya.
Atas dasar itu, Pemerintah Desa Talaga menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat, sehingga program yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
“Melalui Musrenbangdes dan rembuk stunting ini, Desa Talaga diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, partisipatif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat langkah pencegahan stunting di tingkat desa,” tutup Aprisal.(**)














