DOTNEWS.ID | MANADO – Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Manado berkolaborasi dengan KSOP Kelas III Manado melaksanakan kegiatan koordinasi dan pemeriksaan kelayakan kapal penumpang di area Pelabuhan Manado, Rabu (04/03/2026) pukul 09.30 hingga 20.00 WITA.
Kegiatan ini dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna transportasi laut.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pelabuhan Manado IPDA Juan A. V. Rumbajan SH, didampingi Kanit Reskrim Aipda James Pinamangung.
Turut mendampingi, Ka SPK “C” Aipda Youdy Djono, bersama personel Polsek Pelabuhan dan petugas jaga KSOP Kelas III Manado.
Sinergitas tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan setiap kapal yang akan berlayar benar-benar memenuhi standar keselamatan dan ketentuan yang berlaku.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pengecekan alat keselamatan seperti life jacket, alat pemadam api ringan (APAR), serta perlengkapan darurat lainnya.
Selain itu, kondisi mesin dan sistem navigasi kapal turut diperiksa guna memastikan seluruh perangkat berfungsi dengan baik.
Pengawasan terhadap jumlah penumpang juga dilakukan untuk memastikan tidak melebihi kapasitas sesuai manifes.
Petugas gabungan turut melaksanakan penyisiran terhadap barang bawaan penumpang guna mencegah masuknya barang ilegal maupun bahan berbahaya.
Penumpang diimbau untuk tidak membawa barang mudah terbakar seperti korek api, tabung gas, bahan bakar cair (bensin/solar).
Juga tidak membawa petasan, kembang api, bahan kimia lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran di atas kapal.
Kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan ditegaskan tidak akan diberikan izin berlayar hingga seluruh persyaratan dipenuhi oleh pihak operator.
Pada hari tersebut, kapal penumpang yang diberangkatkan dari Pelabuhan Manado yaitu KM Barcelona II tujuan Tahuna (Kabupaten Kepulauan Sangihe).
Juga KM Gregorius tujuan Melonguane–Lirung–Beo (Kabupaten Kepulauan Talaud), KM Mercy Teratai tujuan Tahuna (Kabupaten Kepulauan Sangihe)
Serta KM Express Bahari tujuan Siau (Kabupaten Kepulauan Sitaro) dan Tahuna (Kabupaten Kepulauan Sangihe).
Total keseluruhan penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 912 orang dan seluruh kapal dipastikan tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama KSOP Kelas III Manado, seluruh kapal dinyatakan memenuhi standar kelayakan dan aman untuk berlayar.
Kapolsek Pelabuhan Manado IPDA Juan A. V. Rumbajan, didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin.
Ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga keselamatan pelayaran.
“Kami bersama KSOP akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat,” tegas Kapolsek.
“Ini demi memastikan setiap perjalanan laut berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” tegasnya lagi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aktivitas pelayaran di Pelabuhan Manado dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi laut. (fer)
Humanis dan Inklusif, Personel Polresta Manado Mediasi Perselisihan Tiga Penyandang Tunawicara
DOTNEWS.ID, MANADO – Pendekatan humanis kembali ditunjukkan oleh personel Polresta Manado dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tiga orang penyandang tunawicara mendatangi ruang SPKT Polresta Manado dalam keadaan terlibat perselisihan, Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Melihat situasi tersebut, Pamapta A dan personel SPKT segera mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi mediasi di ruang pelayanan.
Proses problem solving dipimpin oleh IPDA Muhammad Dani Febrian, bersama BRIPKA Sahril Hamzah dan BRIPDA Tsamarun Syahab.
Dengan penuh kesabaran, empati, dan komunikasi yang disesuaikan dengan kondisi para pihak, petugas berupaya menggali akar permasalahan.
Serta memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak untuk menyampaikan maksud dan keberatannya.
Dalam suasana yang kondusif, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Juga menyampaikan pentingnya menjaga hubungan baik dan menyelesaikan persoalan secara damai.
Melalui dialog yang terbuka dan penuh kekeluargaan, ketiganya akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut melalui mekanisme problem solving tanpa menempuh jalur hukum.
Proses mediasi berjalan lancar dan situasi kembali aman serta terkendali.
Secara terpisah, Kasi Humas Polresta Manado IPTU Agus Haryono menyampaikan bahwa pelayanan kepolisian harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Polri hadir untuk semua kalangan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ucap IPTU Agus Haryono.
Ia mengatakan, dalam setiap permasalahan, kami selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
“Agar solusi yang dihasilkan membawa kebaikan bersama serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian melalui problem solving merupakan salah satu bentuk pelayanan prima kepolisian.
Dimana kepolisian mengutamakan musyawarah dan mufakat, sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Polresta Manado dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan profesional. Serta berorientasi pada kemanusiaan demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kota Manado. (fer)















