boltara
DAERAH

Tangkoko Diproyeksikan Jadi Masa Depan Pariwisata Bitung, Pemkot dan BKSDA Sulut Resmi Teken MoU

×

Tangkoko Diproyeksikan Jadi Masa Depan Pariwisata Bitung, Pemkot dan BKSDA Sulut Resmi Teken MoU

Sebarkan artikel ini

DOTNEWS.ID | BITUNG – Pemerintah Kota Bitung mengambil langkah strategis dalam memperkuat sektor pariwisata dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara terkait penguatan fungsi pengembangan wisata alam di kawasan konservasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Tangkoko.

Kesepakatan ini menjadi tonggak baru dalam upaya menjadikan Tangkoko sebagai ikon pariwisata unggulan Kota Bitung yang tetap berlandaskan prinsip pelestarian lingkungan.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., bersama Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Danny Hendry Pattipeilohy, S.Pi., M.Si.

Menurut Hengky, Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen kedua pihak dalam mengembangkan potensi wisata alam tanpa mengabaikan fungsi konservasi kawasan yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna endemik Sulawesi.

“Kerja sama ini mencakup pengembangan kawasan Cagar Alam Dua Sudara, Taman Wisata Alam Batu Putih, dan Taman Wisata Alam Batu Angus sebagai destinasi wisata alam unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya. Selasa, (30/06/2026).

Lebih jauh ia menjelaskan, pengelolaan kawasan akan dilakukan secara terpadu agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem.

Selain penguatan promosi wisata, ruang lingkup kerja sama juga meliputi pembangunan dan pemeliharaan sarana-prasarana pendukung, optimalisasi pemanfaatan fasilitas wisata alam, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi agar dapat terlibat langsung dalam pengembangan sektor pariwisata,” katanya.

Langkah tersebut, kata Hengky, dinilai menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Kota Bitung.

“Dengan kekayaan biodiversitas yang dimiliki Tangkoko, kawasan ini diyakini memiliki potensi besar menjadi destinasi ekowisata kelas nasional bahkan internasional apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” ucapnya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Bitung dan BKSDA Sulawesi Utara, diharapkan lahir model pembangunan pariwisata yang mampu menyeimbangkan kepentingan konservasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Komitmen ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan pariwisata Bitung bertumpu pada kekuatan alam yang tetap lestari, sehingga slogan “Alam Terjaga, Wisata Berkembang, Masyarakat Sejahtera” bukan sekadar harapan, melainkan arah pembangunan yang mulai diwujudkan sejak hari ini,” pungkasnya. (Sman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *