DOTNEWS.ID | BOLTARA – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang dibuka langsung oleh Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., di Coconut Beach, Kawasan Batu Pinagut, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui kolaborasi berbagai pihak.
Selain itu, forum tersebut menjadi wadah untuk menyusun strategi intervensi yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan guna memastikan setiap kasus memperoleh penanganan yang komprehensif. Upaya tersebut mencakup peningkatan deteksi dini, penguatan edukasi, serta perlindungan yang lebih optimal hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin Lasena menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, serta diberikan ruang yang luas untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi dalam pembangunan.
“Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, dan membangun komitmen bersama dalam merumuskan strategi pencegahan kekerasan yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, pendidik, pekerja sosial, tokoh agama, dunia usaha, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat bagi perempuan dan anak.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan sistem perlindungan yang kuat dan responsif terhadap berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di masyarakat.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap kegiatan tersebut mampu menghasilkan rekomendasi strategis dan langkah nyata yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat kerja sama dalam membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih efektif, inklusif, dan berkeadilan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kejaksaan Negeri, perwakilan Polres Boltara, Pabung Kodim 1303/Bolmong, perwakilan Pengadilan Agama Boroko, Danramil Bolangitang, perwakilan Kementerian Agama, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur RS Pratama Bintauna, Kepala KUA se-Kabupaten Boltara, para camat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(**)














