boltara
DAERAH

Ketegangan di Pinasungkulan Berakhir, Ketua FKDM Apresiasi Kapolres Bitung dan Dandim 1310

×

Ketegangan di Pinasungkulan Berakhir, Ketua FKDM Apresiasi Kapolres Bitung dan Dandim 1310

Sebarkan artikel ini
Ketua FKDM, Olha Banua saat hadir bersama jajaran TNI Polri pantau pembukaan akses jalan Bitung - Minut

DOTNEWS.ID | BITUNG – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bitung, Olha Dotulong Banua, turun langsung memantau proses pembukaan akses jalan penghubung Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara di Kelurahan Pinasungkulan, Senin (22/6/2026).

Kehadirannya dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pasca adanya ketegangan akibat penutupan akses oleh warga.

Pembukaan jalur strategis tersebut sebelumnya sempat diwarnai penolakan dan penghadangan dari sejumlah warga yang menuntut kepastian perbaikan jalan nasional yang ambruk akibat longsor. Situasi yang sempat memanas akhirnya berhasil diredam melalui komunikasi dan mediasi yang dilakukan aparat keamanan.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, FKDM Kota Bitung ikut melakukan pemantauan serta pengumpulan informasi terkait perkembangan kondisi sosial kemasyarakatan di wilayah tersebut.

Menurut Olha Dotulong Banua, proses pembukaan akses jalan Bitung-Minahasa Utara berlangsung aman dan kondusif meski sebelumnya sempat terjadi perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Ia menilai keberhasilan pembukaan kembali jalur tersebut tidak terlepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan Kapolres Bitung AKBP Albert Zai SIK MH bersama Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Dewa Made. Kedua pimpinan institusi keamanan itu dinilai mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga tercapai kesepahaman bersama.

“Situasi pembukaan akses jalan berlangsung kondusif. Meskipun sebelumnya sempat terjadi ketegangan, namun melalui komunikasi dan mediasi yang dilakukan TNI dan Polri, masyarakat akhirnya dapat menerima solusi yang disepakati bersama,” ujar Olha.

Olha memberikan apresiasi kepada Kapolres Bitung dan Dandim 1310 Bitung yang dinilai berhasil memfasilitasi dialog antara warga dan pihak terkait. Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan komunikasi terbuka menjadi kunci dalam meredam potensi konflik dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Sikap masyarakat yang bersedia menerima hasil mediasi menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mengedepankan kepentingan umum. Dengan dibukanya kembali akses jalan tersebut, mobilitas masyarakat yang sempat terganggu kini dapat kembali berjalan normal,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, jalur penghubung Bitung-Minahasa Utara memiliki peranan vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi, distribusi barang hingga roda perekonomian.

“Karena itu, pembukaan kembali akses tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga di kedua daerah,” jelasnya.

Olha menegaskan FKDM Kota Bitung akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami juga berharap kesepakatan yang telah dicapai dapat terus dijaga serta diikuti dengan percepatan perbaikan jalan nasional oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara sesuai komitmen yang telah disampaikan,” pungkasnya. (Sman)

Penulis: Usman Nopo Editor: Usman Nopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *