DOTNEWS.ID | BITUNG — Ratusan personel jajaran Polres Bitung dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan ibadah Paskah umat Kristiani yang berlangsung pada Minggu (5/4/2026). Pengamanan dimulai sejak pukul 05.00 hingga 12.00 Wita dan berjalan aman, tertib, serta kondusif di seluruh wilayah hukum Polres Bitung.
Kegiatan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bitung, Albert Zai, didampingi Wakapolres Kompol J.H. Daniel Korompis, S.E, serta Kabag Ops AKP Novrianto Sadia. Sebanyak 172 personel dari Polres Bitung dan Polsek jajaran diterjunkan, dengan dukungan unsur TNI dan berbagai elemen masyarakat.
Sinergitas lintas sektor terlihat kuat dalam pengamanan tersebut. Keterlibatan Kodim 1310/Bitung, Satpol PP Kota Bitung, Senkom Mitra Polri, Banser Ansor, Panji Yosua, Legium Cristum, hingga pemuda dan remaja masjid menjadi bukti nyata toleransi dan kebersamaan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Pengamanan difokuskan pada ratusan gereja yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Maesa, Madidir, Aertembaga, Matuari, Girian, Ranowulu, Lembeh Selatan, dan Lembeh Utara. Seluruh rangkaian ibadah, mulai dari doa, pembacaan firman Tuhan, khotbah, puji-pujian hingga doa syafaat berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Melalui Kabag Ops AKP Novrianto Sadia, Kapolres Bitung menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan wujud nyata pelayanan Polri dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Paskah. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga bentuk sinergi bersama TNI dan seluruh elemen masyarakat. Puji syukur, seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKP Novrianto Sadia.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pengamanan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang turut menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama di Kota Bitung.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian ibadah sekitar pukul 12.00 Wita, situasi di wilayah hukum Polres Bitung tetap aman dan terkendali. Momentum Paskah pun menjadi refleksi kebersamaan, kedamaian, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. (Sman)














