DAERAH

Di Balik Asap Tebal Kaki Gunung Klabat, BPBD Sulut di Bawah Komando Gubernur Yulius Berjibaku Padamkan Karhutla

×

Di Balik Asap Tebal Kaki Gunung Klabat, BPBD Sulut di Bawah Komando Gubernur Yulius Berjibaku Padamkan Karhutla

Sebarkan artikel ini
BPBD Sulut di bawah komando Gubernur Yulius berjibaku adamkan karhutla di kaki gunung Klabat.

DOTNEWS.ID | MINUT – Upaya tanpa henti terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda kawasan kaki Gunung Klabat, tepatnya di lokasi belakang Kantor Kejaksaan Minahasa Utara (Minut).

Di bawah komando Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut yang dipimpin Kepala Badan, Ir. Adolf Tamengkel, M.Si., bergerak cepat sejak laporan pertama kebakaran diterima.

Tim gabungan BPBD Provinsi Sulut bersama BPBD Kabupaten Minut, TNI, Polri, dan masyarakat sekitar berjibaku di lapangan.

Medan yang terjal dan angin kencang dan asap tebal di kaki Gunung Klabat menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menyurutkan semangat petugas untuk melokalisir api agar tidak meluas ke permukiman warga.

Kepala BPBD Sulut Adolf Tamengkel yang turun langsung ke lokasi mengatakan, penanganan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan warga dan kecepatan respon.

“Atas arahan Bapak Gubernur Yulius Selvanus, kami tidak boleh lengah,” ucap Adolf Tamengkel.

“Fokus kami adalah memadamkan titik api secepat mungkin dan memastikan warga di sekitar aman. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” tegasnya.

Gubernur Yulius Selvanus (YSK) sendiri terus memantau perkembangan karhutla ini.

Bagi Gubernur Yulius Selvanus setiap jengkal lahan yang terbakar adalah ancaman bagi masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat Sulut.

Gubernur Yulius Selvanus menginstruksikan agar BPBD siaga 24 jam dan melakukan patroli lanjutan untuk mencegah api kembali muncul.

Aksi cepat BPBD Sulut di bawah komando Gubernur Yulius Selvanus ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar.

Kehadiran negara di saat kritis seperti inilah yang menjadi harapan, bahwa di balik pekatnya asap, selalu ada harapan dan kepedulian yang tak pernah padam. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *