DOTNEWS.ID | MINAHASA TENGGARA — Kiprah jurnalis asal Kota Bitung, Ichal Rumochoy, di dunia drum band dan marching band kembali mencuri perhatian. Meski hanya memiliki waktu sekitar dua pekan untuk mempersiapkan tim, Ichal sukses mengantarkan dua sekolah di Kabupaten Minahasa Tenggara meraih prestasi membanggakan dalam ajang perlombaan drum band.
Kompetisi tersebut digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dan berlangsung di wilayah Kecamatan Tombatu Timur, tepatnya di Desa Molompar, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Dua sekolah yang mendapat sentuhan kepelatihan Ichal Rumochoy adalah SD Negeri 1 Mundung dan SMP Negeri 3 Tombatu.
Hasilnya cukup spektakuler. SD Negeri 1 Mundung berhasil keluar sebagai Juara Umum Drum Band, sementara SMP Negeri 3 Tombatu meraih Juara 2 Umum.
Tak hanya menyabet gelar juara umum, SD Negeri 1 Mundung juga tampil dominan dengan memborong sejumlah penghargaan kategori, masing-masing The Best Percussion, The Best Music, The Best Color Guard, dan The Best Field Commander.
Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena kedua tim hanya menjalani persiapan sekitar dua pekan sebelum tampil dalam kompetisi.
Keterbatasan waktu tidak menyurutkan semangat Ichal dalam membentuk tim. Pengalaman menangani berbagai tim drum band dan marching band menjadi modal penting untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, karakter penampilan hingga mental bertanding para siswa.
Nama Ichal Rumochoy sendiri tidak asing di kalangan komunitas marching band. Di tengah kesibukannya sebagai jurnalis yang melakukan aktivitas peliputan pemerintahan dan berbagai kegiatan di Kota Bitung, Ichal juga aktif sebagai pelatih dan pembina drum band serta marching band.
Sejumlah tim yang pernah mendapat sentuhan kepelatihannya bahkan telah mengikuti berbagai kompetisi, termasuk di tingkat nasional, dengan raihan prestasi yang membanggakan.
Keberhasilan di Tombatu Timur pun mendapat apresiasi dari masyarakat melalui media sosial. Salah satunya datang dari Fien Frederika Serang yang memberikan ucapan selamat sekaligus mengapresiasi pengalaman Ichal dalam dunia marching band.
Komentar serupa disampaikan Nandha Wawointana. Ia menilai keberhasilan tahun 2026 menjadi pembuktian atas proses yang telah dilalui sebelumnya.
Bagi Ichal, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang piala maupun penghargaan. Menurutnya, prestasi itu merupakan buah dari kerja keras para siswa, dukungan pihak sekolah, orang tua serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari semua pihak yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mendampingi anak-anak di SD Negeri 1 Mundung dan SMP Negeri 3 Tombatu. Waktu latihan memang sangat singkat, hanya sekitar dua minggu, tetapi anak-anak menunjukkan semangat dan kemauan belajar yang luar biasa,” ujar Ichal. Rabu, (19/8/2026).
Ia menegaskan, nilai terpenting dari kegiatan marching band bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi bagaimana para siswa ditempa menjadi pribadi yang disiplin, mampu bekerja sama, bertanggung jawab dan memiliki kepercayaan diri.
“Bagi saya, yang paling penting bukan hanya bagaimana kita mendapatkan juara, tetapi bagaimana anak-anak bisa belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab dan percaya diri melalui marching band. Piala adalah bonus dari proses tersebut,” katanya.
Ichal juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh siswa yang menurutnya telah bekerja keras selama masa persiapan.
“Saya bangga kepada seluruh anak-anak. Mereka mau berlatih keras, menerima arahan dan terus memperbaiki kekurangan dalam waktu yang sangat singkat. Prestasi ini adalah milik mereka, milik sekolah dan seluruh orang yang sudah mendukung,” ungkapnya.
Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti pada satu kompetisi, tetapi menjadi pijakan bagi para siswa untuk terus mengembangkan bakat dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
Menurutnya, jika para siswa mendapatkan waktu latihan yang lebih panjang serta dukungan yang konsisten, bukan tidak mungkin mereka mampu berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
“Saya berharap ini bukan menjadi akhir, tetapi awal untuk prestasi-prestasi berikutnya. Kalau diberikan kesempatan, waktu latihan yang lebih panjang dan dukungan yang konsisten, saya yakin anak-anak ini masih bisa berkembang jauh lebih baik, bahkan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Ichal. (Sman)














