DOTNEWS.ID | MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., melontarkan pesan tegas kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Utara. Dalam pengarahan selama tiga jam di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Senin (20/7/2026), Yulius menegaskan penerapan prinsip zero bullying, tata kelola pendidikan yang bersih, serta pentingnya membangun mental petarung di lingkungan sekolah.
Arahan tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat kualitas pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
Di hadapan para kepala sekolah, Gubernur yang akrab disapa YSK itu mengawali arahannya dengan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan bebas dari praktik kekerasan.
Menurutnya, keberhasilan MPLS merupakan indikator awal bahwa satuan pendidikan di Sulawesi Utara mampu menghadirkan lingkungan belajar yang ramah anak dan humanis.
Namun, apresiasi tersebut dibarengi dengan peringatan keras. YSK menegaskan tidak ada ruang bagi praktik perundungan di sekolah.
“Zero bullying adalah harga mati. Jangan ada kepala sekolah yang menutup-nutupi kasus kekerasan demi menjaga citra sekolah. Selesaikan secara terbuka, adil, dan berpihak kepada korban,” tegas YSK.
Ia menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk mengaktifkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) secara maksimal serta memastikan setiap laporan ditangani cepat dan profesional.
Selain isu kekerasan, Gubernur juga menyoroti integritas kepala sekolah dalam mengelola anggaran pendidikan. Ia mengingatkan bahwa kepala sekolah bukan sekadar pejabat administratif, melainkan motor penggerak utama peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS Daerah (BOSDA), kata YSK, harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan.
Tak hanya itu, para kepala sekolah juga diminta aktif memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus pendidikan. Pemprov Sulut menargetkan tercapainya zero drop-out sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan tersebut, YSK turut menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta seluruh kepala sekolah memfasilitasi pelaksanaan program secara optimal, mulai dari koordinasi dengan penyedia hingga memastikan distribusi makanan berlangsung higienis dan tepat sasaran.
“Program MBG bukan hanya soal makanan. Ini juga bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pola hidup sehat bagi siswa,” ujarnya.
YSK juga menaruh perhatian serius terhadap ancaman era digital. Ia meminta sekolah menjadi garda terdepan dalam melindungi peserta didik dari bahaya judi online, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan narkoba, serta dampak negatif penggunaan gawai yang tidak terkendali.
Peran guru Bimbingan dan Konseling (BK), lanjutnya, harus diperkuat untuk memberikan pendampingan kepada siswa. Nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Utara seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara juga diminta terus dihidupkan sebagai fondasi pembentukan karakter.
Secara khusus, Gubernur memberikan penekanan berbeda kepada masing-masing jenjang pendidikan. Kepala SMK diminta memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan industri melalui program link and match, sekaligus meningkatkan sertifikasi kompetensi agar lulusan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Sementara itu, kepala SLB diminta meningkatkan fasilitas ramah disabilitas guna memastikan akses pendidikan yang inklusif dan setara bagi seluruh peserta didik.
Menutup arahannya, YSK menegaskan penerapan prinsip satu komando dalam tata kelola pendidikan di Sulawesi Utara. Ia meminta seluruh kepala sekolah bekerja secara loyal, patuh terhadap kebijakan pemerintah daerah, dan memiliki mental petarung dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kepala sekolah harus memiliki mental petarung. Jangan mudah menyerah, jangan mudah mengeluh. Berinovasilah dan cari solusi atas setiap persoalan di lapangan. Kita tidak sedang bermain. Ini tentang masa depan anak-anak kita,” tandasnya.
Arahan tersebut menegaskan tekad Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, berintegritas, dan mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(fer)













