DOTNEWS.ID | MANADO — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Merdeka Manado memberikan apresiasi terhadap langkah humanis dan edukatif yang dilakukan jajaran Kepolisian di Kota Bitung dalam membantu anak mendapatkan kembali kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
Menurut Ketua STISIP Merdeka Manado, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum maupun penindakan terhadap pelaku kejahatan. Lebih dari itu, polisi juga memiliki peran penting dalam mencegah persoalan sosial, membangun harapan serta membuka peluang bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
“Polisi bukan hanya hadir untuk menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga hadir mencegah persoalan sosial, membangun harapan, dan membuka kembali masa depan anak-anak melalui pendidikan,” ungkapnya.
Ia menilai, dari perspektif sosiologi, langkah tersebut merupakan bentuk nyata social intervention atau intervensi sosial yang menunjukkan adanya kepedulian terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Membantu seorang anak kembali bersekolah, lanjutnya, bukan sekadar memberikan akses terhadap pendidikan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kerentanan sosial sekaligus membuka kesempatan lahirnya generasi yang lebih baik.
“Dari perspektif sosiologi, tindakan seperti ini merupakan bentuk nyata social intervention dan kepedulian terhadap keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat. Membantu seorang anak kembali bersekolah berarti turut memutus mata rantai kerentanan sosial dan membuka kesempatan bagi lahirnya generasi yang lebih baik,” ujarnya.
Kebanggaan tersendiri juga dirasakan STISIP Merdeka Manado karena sejumlah anggota Kepolisian yang terlibat dalam aksi pengabdian tersebut merupakan alumni STISIP Merdeka Manado.
Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak boleh berhenti sebatas proses pembelajaran di ruang kelas. Ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu diwujudkan melalui integritas, kepedulian sosial, pelayanan dan pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Kami semakin bangga karena beberapa anggota Kepolisian yang menjalankan pengabdian ini merupakan alumni STISIP Merdeka Manado. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi harus diwujudkan dalam integritas, kepedulian sosial, pelayanan, dan pengabdian nyata kepada masyarakat,” katanya.
Ia pun mendorong para alumni STISIP Merdeka Manado yang kini mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Teruslah menjadi polisi yang hadir, peduli, melindungi dan mengayomi,” pesannya.
Ia berharap langkah humanis tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena tidak mendapatkan kesempatan untuk bersekolah.
“STISIP Merdeka Manado bangga dan mendukung. Salam hormat dan apresiasi untuk jajaran Kepolisian yang terus menghadirkan wajah humanis Polri dalam pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. (Sman)














