boltara
NASIONAL

Kronologi Tewasnya Bripda Nopandri Ramadhana Saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan, Ditemukan Mengapung di Sungai

×

Kronologi Tewasnya Bripda Nopandri Ramadhana Saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan, Ditemukan Mengapung di Sungai

Sebarkan artikel ini
Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhan.

DOTNEWS.ID | JAKARTA – Kasus gugurnya anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana, menjadi sorotan publik setelah operasi penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung bentrokan berdarah.

Peristiwa tersebut terjadi saat tim gabungan Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis dini hari (2/7/2026).

Dalam operasi itu, petugas mendapat perlawanan dari sekelompok orang yang diduga merupakan keluarga pelaku dan warga sekitar. Bentrokan pun tak terhindarkan hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari pihak kepolisian maupun warga.

Penggerebekan Berujung Bentrok

Sebanyak 12 personel diterjunkan untuk menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas bandar narkoba.

Saat proses penindakan berlangsung, petugas disebut mendapat serangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan. Situasi yang semula terkendali berubah menjadi ricuh sehingga anggota kepolisian berupaya menyelamatkan diri.

Dalam insiden tersebut, Aipda (Anumerta) Yudhie Perdana Putra gugur setelah mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Di sisi lain, seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Bripda Nopandri dan Aiptu Sumariyanto Sempat Hilang

Di tengah kekacauan saat bentrokan berlangsung, beberapa anggota polisi berusaha menyelamatkan diri dengan menyeberangi Sungai Katingan dan memasuki kawasan hutan.

Dalam proses evakuasi tersebut, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto dilaporkan hilang. Dugaan awal menyebut keduanya hanyut terbawa arus sungai ketika berusaha menghindari serangan.

Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, Basarnas, serta masyarakat kemudian melakukan pencarian intensif selama beberapa hari.

Jenazah Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu sore (4/7/2026). Jenazah Bripda Nopandri ditemukan mengapung di aliran Sungai Katingan setelah tersangkut di ranting pohon, dengan lokasi penemuan berjarak puluhan kilometer dari titik awal kejadian.

Jenazah kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses autopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dimakamkan Secara Kedinasan dan Naik Pangkat Anumerta

Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan gugurnya dalam menjalankan tugas negara, Bripda Nopandri Ramadhana dimakamkan secara kedinasan Polri.

Korban juga menerima kenaikan pangkat luar biasa anumerta menjadi Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberaniannya dalam memberantas peredaran narkotika.

Polisi Masih Buru Bandar Narkoba

Sementara itu, aparat kepolisian masih terus memburu terduga bandar narkoba berinisial BIO yang diduga menjadi target utama operasi dan berhasil melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.

Penyidik juga terus mendalami peristiwa penyerangan terhadap petugas, termasuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi perlawanan yang menyebabkan gugurnya anggota Polri.

Kepolisian memastikan proses penegakan hukum akan terus dilakukan hingga seluruh pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut berhasil ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *