DOTNEWS.ID | BOLMUT –Selasa (29/9/2026), Wajah kawasan wisata Pantai Batu Pinagut, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), kini semakin berwarna.
Kehadiran Marimoi Cafe & Resto membawa nuansa baru bagi kawasan wisata yang selama ini dikenal dengan panorama pantai dan pesona alamnya. Tak sekadar menjadi tempat bersantai dan menikmati kuliner, Marimoi diproyeksikan menjadi salah satu penggerak baru aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Konsep kafe dan resto yang memadukan kuliner, suasana santai dan panorama pesisir membuat Marimoi memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.
Dengan lokasi yang berada di kawasan Pantai Batu Pinagut, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hidangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata yang lebih lengkap—menikmati makanan, bercengkerama bersama keluarga atau teman, sekaligus menikmati suasana pantai.
Kehadiran Marimoi juga membuka peluang lebih besar bagi tumbuhnya ekosistem Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bolmut.
Sektor kuliner merupakan salah satu bagian penting dari ekonomi kreatif yang dapat berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan. Ketika destinasi wisata semakin ramai, kebutuhan terhadap makanan, minuman, produk lokal hingga berbagai jasa pendukung wisata ikut meningkat.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk masuk dan mengambil peran dalam rantai ekonomi pariwisata.
Marimoi diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari geliat ekonomi baru di kawasan Pantai Batu Pinagut. Kehadirannya dapat mendorong munculnya berbagai usaha pendukung, mulai dari kuliner lokal, produk oleh-oleh, jasa fotografi, hingga aktivitas ekonomi kreatif lainnya.
Dari Pantai ke Meja Makan
Selama ini, Pantai Batu Pinagut memiliki kekuatan utama pada keindahan alamnya. Dengan bertambahnya fasilitas kuliner, pengalaman wisatawan dapat semakin beragam.
Konsep seperti ini membuat destinasi wisata tidak hanya menjadi tempat untuk datang, melihat pemandangan, kemudian pulang. Wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama, menikmati kuliner, bersantai dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Dari sinilah sektor pariwisata dan UMKM dapat saling menguatkan.
Wisatawan membutuhkan kuliner dan fasilitas pendukung, sementara pelaku usaha mendapatkan pasar dari arus kunjungan wisatawan.
Jika dikelola secara berkelanjutan, geliat tersebut berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas di tengah masyarakat Bolmut.
Membuka Ruang bagi Produk Lokal
Kehadiran Marimoi juga menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan cita rasa dan produk lokal Bolmut.
Bahan pangan lokal, olahan hasil laut serta berbagai produk UMKM dapat menjadi bagian dari pengalaman kuliner wisatawan.
Dengan demikian, wisata kuliner tidak hanya berbicara mengenai tempat makan, tetapi juga tentang bagaimana kekayaan lokal dikemas menjadi pengalaman yang memiliki nilai ekonomi.
Marimoi pun hadir pada momentum ketika industri pariwisata daerah membutuhkan lebih banyak ruang kreatif yang mampu menghubungkan wisata, kuliner dan ekonomi masyarakat.
Pantai Batu Pinagut memiliki modal utama berupa panorama alam. Marimoi menambahkan elemen kuliner dan ruang rekreasi. Sementara UMKM menjadi salah satu sektor yang dapat mengisi rantai ekonomi di dalamnya.
Jika ketiga unsur ini berkembang bersama, kawasan wisata tersebut berpeluang semakin hidup dan memiliki aktivitas ekonomi yang berlangsung lebih panjang.
Bukan Sekadar Tempat Nongkrong
Marimori Cafe & Resto pada akhirnya bukan hanya soal tempat menikmati kopi, makanan atau bersantai di tepi kawasan wisata.
Lebih jauh, kehadiran usaha ini menjadi gambaran bagaimana investasi dan kreativitas di sektor kuliner dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Bagi Bolmut, semakin banyak ruang usaha yang tumbuh di kawasan wisata berarti semakin terbuka pula kesempatan masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

Pantai Batu Pinagut kini memiliki tambahan magnet baru.
Bukan hanya ombak, pasir dan panorama pesisir, tetapi juga pengalaman menikmati kuliner dalam suasana wisata.
Marimoi hadir membawa satu pesan sederhana: wisata yang hidup adalah wisata yang mampu menghadirkan pengalaman sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.(**)















