DOTNEWS.ID | BITUNG — Kelangkaan Minyak Kita di pasaran yang berdampak pada fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok mendapat perhatian serius dari Perumda Pasar Kota Bitung bersama Komisi II DPRD Kota Bitung.
Langkah tersebut dilakukan dengan mendatangi dan berdialog langsung bersama pimpinan PT Agro Makmur Raya dan PT Wilmar, selaku perusahaan yang bergerak dalam produksi minyak kelapa.
Dalam pertemuan tersebut, Perumda Pasar Kota Bitung diwakili Kepala Bidang Perencanaan, Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset, Tamrin Bandu, S.Sos, serta Kepala Sub Bidang Promosi dan Investasi, Jhoni Katili. Keduanya mendampingi anggota Komisi II bidang ekonomi DPRD Kota Bitung, Keyra Inggrit Janis dan Alexander Wenas.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mencari solusi terhadap persoalan ketersediaan Minyak Kita di pasaran yang belakangan dinilai turut memengaruhi stabilitas harga sembako.
Plt. Direktur Operasional Perumda Pasar Kota Bitung, Vanny Kaunang menegaskan bahwa persoalan pasokan minyak goreng tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, khususnya konsumen dan pedagang di pasar.
Menurutnya, Perumda Pasar memiliki kepentingan untuk memastikan aktivitas perdagangan di pasar tetap berjalan dengan baik, termasuk menjaga agar kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang wajar.
“Kami melihat persoalan kelangkaan Minyak Kita ini perlu disikapi secara bersama-sama. Jangan sampai keterbatasan pasokan kemudian memicu kenaikan dan fluktuasi harga sembako lainnya. Karena itu, kami turun langsung untuk mencari informasi sekaligus solusi bersama pihak produsen,” tegasnya. Sabtu. (8/8/2026).
Ia mengatakan, komunikasi langsung dengan pihak produsen penting dilakukan untuk mengetahui kondisi pasokan, mekanisme distribusi serta berbagai kendala yang mungkin terjadi di lapangan.
“Yang paling penting adalah bagaimana ketersediaan minyak goreng dapat kembali normal di pasar. Kami berharap ada langkah konkret dari seluruh pihak, baik produsen, distributor maupun pemerintah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga tetap terkendali,” ujar Vanny.
Perumda Pasar Kota Bitung, lanjutnya, akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan pasokan Minyak Kita di sejumlah pasar.
Sementara itu, Komisi II DPRD Kota Bitung juga memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Dialog bersama pihak PT Agro Makmur Raya dan PT Wilmar diharapkan dapat membuka ruang koordinasi yang lebih kuat dalam menjaga ketersediaan minyak goreng serta stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bitung.
Perumda Pasar menilai sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pengelola pasar, produsen dan pelaku distribusi menjadi kunci agar persoalan kelangkaan tidak berulang dan masyarakat tidak menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan. Harapan kami, persoalan ini segera mendapatkan solusi sehingga Minyak Kita kembali mudah diperoleh masyarakat dan gejolak harga sembako dapat ditekan,” pungkas Plt. Direktur Operasional Perumda Pasar Kota Bitung, Vanny Kaunang. (Sman)














