DOTNEWS.ID | SPORT – Panggung Piala Dunia 2026 akan menghadirkan kisah klasik antara raksasa dan penantang. Jerman, salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan, akan menghadapi Curacao, debutan yang datang dengan keberanian dan keyakinan besar.
Pertandingan Grup E tersebut akan berlangsung di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) pukul 00.00 WIB. Di atas kertas, duel ini tampak timpang. Jerman menempati peringkat ke-10 dunia, sementara Curacao berada di posisi ke-82 FIFA dan baru mencatat sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Namun, sepak bola selalu menyimpan ruang bagi kejutan.
Bagi Jerman, turnamen kali ini menjadi momentum penting untuk menghapus trauma setelah dua kali tersingkir pada fase grup dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Di bawah arahan Julian Nagelsmann, Die Mannschaft perlahan menemukan kembali identitasnya sebagai tim yang agresif, dominan dalam penguasaan bola, dan efektif saat menekan lawan.
“Kami tidak perlu bersembunyi dari siapa pun. Kami adalah tim papan atas dan kembali menunjukkan kualitas Jerman setelah sekian lama,” ujar bek Jerman, Nico Schlotterbeck.
Sentuhan Nagelsmann terlihat jelas melalui keberaniannya mempercayai generasi muda bertalenta seperti Jamal Musiala dan Florian Wirtz. Hasilnya cukup menjanjikan. Jerman mencetak 18 gol dalam lima pertandingan terakhir dan mulai mengingatkan publik pada era kejayaan saat menjuarai Piala Dunia 2014.
Meski demikian, Nagelsmann menyadari anak asuhnya belum sepenuhnya konsisten. Karena itu, laga pembuka melawan Curacao menjadi kesempatan sekaligus ujian untuk membuktikan bahwa kebangkitan Jerman benar-benar nyata.
Di sisi lain, Curacao datang tanpa beban. Negara kepulauan berpenduduk sekitar 150 ribu jiwa itu telah mencetak sejarah hanya dengan lolos ke putaran final. Namun, bagi skuad asuhan Dick Advocaat, pencapaian tersebut bukanlah garis akhir.
“Kami akan mengejutkan banyak orang. Begitu pertandingan dimulai, apa pun bisa terjadi. Selalu 11 lawan 11, bukan lima lawan 11,” kata gelandang Curacao, Livano Comenencia.
Keyakinan serupa juga disampaikan Advocaat. Pelatih berusia 78 tahun yang menjadi pelatih tertua di Piala Dunia 2026 itu menegaskan timnya tidak datang sekadar menjadi pelengkap.
Curacao ingin memanfaatkan status non-favorit untuk menciptakan sensasi. Mereka percaya kejutan selalu mungkin terjadi dalam turnamen besar, terlebih dengan format kompetisi yang membuka peluang lebih besar bagi tim-tim kuda hitam untuk melangkah jauh.
“Tim yang bukan favorit selalu bisa membuat kejutan. Bahkan dengan dua atau tiga poin, peluang lolos tetap terbuka,” ujar Advocaat.
Karena itu, duel di Houston bukan sekadar pertandingan pembuka Grup E. Ini adalah pertemuan dua misi berbeda: Jerman yang ingin menebus kegagalan masa lalu dan Curacao yang berusaha mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Satu tim membawa sejarah besar, sementara tim lainnya membawa keyakinan tanpa batas. Dan di Piala Dunia, sering kali keyakinan itulah yang melahirkan kejutan.(**)














