DOTNEWS.ID | BITUNG – Memasuki hari ke-10 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Perumda Pasar Kota Bitung kembali menghadirkan suasana religius melalui kegiatan Ramadhan Fest 2026 yang digelar di pusat Kota Bitung, menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk warga yang berburu kue takjil, panitia Ramadhan Fest menyuguhkan tausiah singkat dari para penceramah yang telah dijadwalkan, sehingga nuansa spiritual Ramadhan terasa semakin hidup.
Pada sore hari ini, tausiah Ramadhan Fest disampaikan oleh Ustaz H. Abdul Latif Tahir, M.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan makna hakiki ibadah puasa sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW, “Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat.”
Namun di hadits lain, Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh pahala, selain rasa lapar dan dahaga semata.
Ustaz Abdul Latif menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, melainkan momentum pembentukan keimanan dan ketakwaan.
Ia menjelaskan pembagian fase Ramadhan yang dikenal dalam tradisi umat Islam, yakni 10 hari pertama sebagai fase rahmat Allah SWT, 10 hari kedua sebagai fase ampunan (maghfiroh), dan 10 hari terakhir sebagai fase pembebasan dari siksa api neraka.
“Sebentar lagi kita akan mengakhiri 10 hari pertama Ramadhan. Semoga rahmat Allah benar-benar kita rasakan dan kita siapkan diri memasuki fase ampunan-Nya,” ujarnya. Sabtu, (28/02/2026).
Lebih lanjut, ia mengingatkan fenomena yang kerap terjadi di tengah masyarakat, di mana semangat ibadah begitu membara di awal Ramadhan, namun perlahan meredup bahkan sebelum 10 hari pertama berakhir. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan dalam diri.
“Puasa adalah jihad melawan diri sendiri. Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya,” tutupnya.
Kegiatan Ramadhan Fest 2026 ini diharapkan terus menjadi sarana dakwah yang menyejukkan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan keislaman di tengah masyarakat Kota Bitung. (Sman)















