DOTNEWS.ID | JAKARTA – Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, dijadwalkan melantik jajaran pengurus baru Partai Buruh pada Senin (29/6/2026). Salah satu posisi yang akan diisi adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen), menyusul pengunduran diri Ferri Nuzarli pada Jumat (26/6/2026).
“Besok siang kita akan melantik pengurus baru,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring, Minggu (28/6/2026).
Said menegaskan, mundurnya Ferri Nuzarli bersama Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) tidak mengguncang kekuatan internal Partai Buruh. Menurutnya, pergantian pengurus merupakan hal yang lumrah dalam dinamika organisasi.
“Jadi tidak ada sesuatu yang luar biasa. Biasa-biasa saja,” ujarnya.
Ia memastikan Partai Buruh tetap solid dan tidak akan terpengaruh secara signifikan oleh mundurnya mantan sekjen beserta ORI. Menurut Said, struktur organisasi partai telah terbentuk secara menyeluruh di seluruh Indonesia.
“Partai Buruh sudah terbentuk di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota. Jadi Partai Buruh aman, tidak terpengaruh dengan mundurnya Sekjen Partai Buruh,” tegasnya.
Sebelumnya, Ferri Nuzarli bersama sejumlah pengurus yang tergabung dalam Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) resmi menyatakan mundur dari Partai Buruh pada Jumat (26/6/2026).
ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani (AGN) dan menjadi salah satu dari 11 organisasi inisiator berdirinya Partai Buruh.
“Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kami menyampaikan bahwa Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan atau distrik, yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang, memutuskan mengundurkan diri sebagai salah satu organisasi inisiator Partai Buruh,” ujar Ferri dalam konferensi pers.
Ferri menyebut perbedaan arah perjuangan menjadi alasan utama di balik keputusan ORI meninggalkan Partai Buruh. Meski demikian, pimpinan Partai Buruh menilai langkah tersebut tidak akan mengganggu konsolidasi maupun agenda politik partai ke depan.(**)














