boltara
DAERAH

Sidak LPG 3 Kg di Bitung, Warung Jual Hingga Rp24 Ribu

×

Sidak LPG 3 Kg di Bitung, Warung Jual Hingga Rp24 Ribu

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Bitung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan LPG 3 kilogram sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait tingginya harga gas subsidi di pasaran.

DOTNEWS.ID | BITUNG  — Pemerintah Kota Bitung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan LPG 3 kilogram sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait tingginya harga gas subsidi di pasaran.

Sidak ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Sekretariat Daerah Kota Bitung, Jhon Michael Toar Sondakh, bersama tim lintas instansi, Selasa (31/3/2026).

Menurut Sondakh, kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram.

“Sidak hari ini kami lakukan untuk melihat langsung rantai distribusi, mulai dari agen ke pangkalan hingga ke masyarakat. Ini penting agar LPG 3 kg benar-benar diterima oleh warga yang berhak,” ujarnya.

Tim menyasar sejumlah titik di Kecamatan Maesa dan Aertembaga. Pemerintah memastikan kegiatan serupa akan dilakukan secara rutin guna memperkuat pengawasan distribusi energi bersubsidi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bitung, Robert Raymon Wongkar, menjelaskan bahwa sidak turut melibatkan berbagai pihak, termasuk bagian perekonomian, Satpol PP, serta Pertamina.

“Kami fokus pada dua wilayah, yakni Aertembaga dan Maesa. Selain pangkalan, kami juga menyasar warung dan tempat usaha yang diduga menggunakan LPG subsidi tidak sesuai peruntukannya,” jelas Wongkar.

Dari hasil sidak, tim masih menemukan adanya warung yang menjual LPG 3 kg di atas HET, dengan harga berkisar antara Rp20.000 hingga Rp24.000 per tabung. Padahal, harga di tingkat pangkalan ditetapkan sekitar Rp18.000.

Meski demikian, dari sisi ketersediaan, stok LPG 3 kilogram di sejumlah pangkalan terpantau aman. Sekitar 60 persen stok masih tersedia dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam satu minggu ke depan.

“Stok masih aman, artinya kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi. Namun, pengawasan akan terus kami lakukan agar tidak terjadi penyimpangan harga maupun distribusi,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir jajaran Pemerintah Kota Bitung, termasuk Kabag Ekonomi, staf Bagian SDA, Satpol PP, serta perwakilan Pertamina.

Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan lonjakan harga serta memastikan distribusi LPG subsidi berjalan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. (Sman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *