boltara
DAERAH

Ustadz Sutarman Mahmud: Ramadhan Ajarkan Toleransi dan Rahmatan Lil ‘Alamin

×

Ustadz Sutarman Mahmud: Ramadhan Ajarkan Toleransi dan Rahmatan Lil ‘Alamin

Sebarkan artikel ini
Ustadz Sutarman Mahmud saat menyampaikan tausiah singkat menjelang waktu berbuka di Kegiatan Ramadhan Fest 2026 di Pusat Kota Bitung

DOTNEWS.ID | BITUNG – Festival Fest Ramadhan 2026 yang diselenggarakan setiap tahun oleh Perumda Pasar Kota Bitung kembali menghadirkan suasana religius di jantung Kota Bitung. Kegiatan ini menghadirkan para penceramah ternama yang memberikan siraman rohani kepada masyarakat, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang berlalu-lalang serta aktivitas warga berburu aneka kue takjil di sore hari, lantunan tausiah terdengar menyejukkan hati. Suasana pasar Ramadhan pun terasa berbeda—bukan hanya ramai oleh transaksi jual beli, tetapi juga dipenuhi nilai-nilai keimanan dan kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Sutarman Mahmud menyampaikan tausiah singkat menjelang waktu berbuka. Dalam penyampaiannya, ia mengucapkan terima kasih kepada Perumda Pasar Kota Bitung, organisasi kemasyarakatan, Barisan Insan Fisabilillah, serta Brigade Manguni yang terus-menerus mendukung terselenggaranya Festival Fest Ramadhan ini.

Menurut Ustadz Sutarman, kehadiran Brigade Manguni dalam kegiatan Ramadhan merupakan simbol kuat tingginya nilai toleransi antarumat beragama di Kota Bitung. Ia menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup yang nyata di tengah masyarakat.

Dalam tausiahnya, ia juga mengisahkan kehidupan Nabi Muhammad SAW saat berada di Kota Madinah. Rasulullah hidup berdampingan dengan masyarakat non-Muslim, namun tetap mampu menunjukkan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam.

“Rasulullah tidak membatasi diri. Di tengah masyarakat yang beragam agama, beliau tetap menjalankan ibadah puasa dan justru memberikan teladan terbaik bagi semua,” ujarnya. Jumat, (26/02/2026).

Ia menambahkan, Rasulullah tetap berbuat baik kepada siapa pun, baik dari kalangan Yahudi, penyembah berhala, maupun pemeluk agama lain. Inilah esensi toleransi beragama yang harus terus dijaga, terlebih di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan rahmat.

Fenomena Ramadhan di Kota Bitung, lanjutnya, juga terlihat dari geliat ekonomi masyarakat. Mulai dari pedagang kecil hingga pedagang besar, semua berbondong-bondong menjajakan aneka kuliner. Menariknya, banyak pembeli justru berasal dari umat agama lain.

“Inilah makna rahmatan lil ‘alamin. Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan itu tercermin dari kehidupan masyarakat kita hari ini,” pungkasnya. (Sman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *